Sudah hampir 7 tahun lamanya saya melepaskan status sebagai seorang Customer Service bank BUMN dengan laba terbesar di Indonesia. Hal itu bukan keputusan mudah, namun hal tersebut adalah keputusan terbaik bagi keluarga kami. Menjadi Customer Service di bank cukup menyenangkan. Kita akan bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang yang memiliki kebutuhan perbankan yang berbeda. Saat nasabah bingung memilih produk keuangan, ada kendala teknis, dll; lalu kita hadir untuk membantu menyelesaikannya, ada sparks joy dan kepuasan tersendiri dalam hati kita.

Bicara tentang dunia perbankan, tentu kita semua tahu bahwa Bank BRI (Bank Rakyat Indonesia) adalah bank tertua di Indonesia. Mari kita kenalan sejenak dengan Bank BRI.


Tentang Bank BRI

Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja tanggal 16 Desember 1895. Ini artinya, Bank BRI hampir berusia 127 tahun dan merupakan bank tertua di Indonesia. 

Bank BRI memiliki visi untuk menjadi The Most Valuable Banking Group di Asia Tenggara dan Champion of Financial Inclusion. Misi Bank BRI adalah melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada segmen mikro, kecil, dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat, menyediakan layanan yang prima, dan memberi keuntungan serta manfaat bagi stakeholder dengan prinsip keuangan berkelanjutan dan praktik Good Governent Corporate.

Saat ini bank BRI memiliki jumlah kantor terbanyak di tanah air, yaitu sebanyak 8.852 unit kantor per Maret 2022. Bayangkan betapa luasnya jangkauan Bank BRI.


Bank BRI Penggerak Perekonomian Bangsa

Harus kita akui bahwa Bank BRI ikut andil dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jika dulu kita hanya paham bahwa bank adalah tempat kita menyimpan uang tabungan, ternyata ada bermacam-macam tujuan nasabah ketika datang ke Bank BRI.

Apa saja? Berikut ini adalah beberapa aktivitas yang kerap saya temui:

1. Investasi

Foto: www.bri.co.id

Untuk dapat memperoleh kesejahteraan finansial di masa depan, maka kita harus menginvestasikan sebagian pendapatan kita. Nah, ada beberapa instrumen investasi yang bisa dipilih nasabah Bank BRI, yaitu:

- Deposito Berjangka

Deposito berjngka BRI bisa dimulai dari dana Rp10.000.000; dengan pilihan jangk waktu beragam, antara 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan, dan 24 bulan. Jika butuh dana mendesak, kita bisa kok mencairkan deposito, entah itu sebagian atau seluruhnya.

- Tabungan Berjangka

Jenis simpanan ini cocok untuk kita yang sedang mempersiapkan dana pendidika  untuk anak. Yang pasti, jenis tabungan berjangka memerlukan komitmen besar dari kita. Pilihan jangaka waktu beragam dan bisa disesuaikan fengan kebutuhan. Misalnya anak baru lahir dan ingin mempersiapkan uang masuk kuliah, bisa kita coba pilih jangka waktu 17 tahun. Besaran angka setoran per bulan akan mempengaruhi hasil akhir simpanan kita. Setoran bulanan mulai Rp100.000;

- BRI Danareksa Sekuritas

Untuk investasi yang lebih advance, kita bisa memilih jenis investasi yang dilayani oleh sekuritas BRI. Biasanya sudah masuk ke reksadana dan saham. Lumayan lho, nilai saham Bank BRI (BBRI) cukup menjanjikan dan terpantau baik. FYI, saya sudah menjadi bagian dari investasi ini sejak 2017, hehehe… Lumayan untuk persiapan dana pensiun bagi kita, para freelancer.


2. Kredit Usaha

Foto: www.bri.co.id

Sejak dulu, BRI melayani transaksi kredit baik dalam skala besar dan kecil. Jenis pinjaman Bank BRI kini ada banyak sekali. Namun yang paling sering saya temui adalah jenis pinjaman KUR (Kredit Untuk Rakyat), KUPEDES (untuk pemilik usaha dengan menggunakan penjaminan seperti sertifikat, BPKB, dll),  dan BRIGUNA (untuk pensiunan, PNS, atau karyawan yang gajinya dikelola oleh BRI). Masih ada jenis kredit lainnya, untuk lebih jelas bisa kunjungi www.bri.co.id


3. Pengelolaan Dana Pensiun

Foto: www.bri.co.id

Jika tanggal 1 tiap bulannya teman-teman melihat banyak antrean di kantor-kantor Bank BRI dan mayoritas adalah lansia, maka dipastikan mereka sedang mengantre untuk mengambil dana pensiun. Berbeda dengan nasabah biasa, dana pensiunan perlu dibuka tidak boleh sembarangan diambil karena berfungsi juga sebagai “absen” pensiunan, agar pihak Bank BRI dan Taspen tahu bahwa nasabah pensiunan tersebut masih sehat. Jujur saya paling suka melihat bapak ibu pensiunan berkumpul karena hari tersebut sekaligus digunakan sebagai ajang silaturahim antar pensiunan.


4. KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

Ilustrasi: www.bri.co.id

Kata bu menteri keuangan kita, generasi milenial dan generasi Z akan semakin kesulitan untuk memiliki tempat tinggal alias rumah. Beruntung ada fasilitas KPR BRI yang bisa membantu kita mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah idaman. 


Untuk info lebih lanjut tentang produk Bank BRI bisa langsung berkunjung ke www.bri.co.id ya.


Digitalisasi Bank BRI

Dua tahun pandemi membuat kita lekat dengan dunia digital. Begitu pula dengan perbankan. Perlu perjuangan yang luar biasa dan sistematis agar masyarakat mau menggunakan aplikasi perbankan. Karena jujur saja, semua transaksi jadi serba mudah dan cepat ketika terkoneksi internet. Tak ada lagi batasan ruang dan waktu. Bahkan, jika dulu saat kita ingin membuka rekening saja kita wajib datang dan validasi diri ke bank, kini hanya berbekal kartu identitas dan telepon pintar kita bisa memiliki rekening simpanan, membuat kartu kredit, dll.

Peningkatan jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun
Sumber: www.datareportal.com

Untuk transaksi perbankan, nasabah BRI dapat menggunakan:

  • Mesin ATM (Anjungan Tarik Tunai) untuk melakukan mengambil uang tunai, pembayaran tagihan, dll.
  • Mesin CDM (Cash Deposit Machine) untuk menabungkan uang secara mandiri, transfer, dll.
  • Mesin EDC (Electronic Data Capture) alat gesek kartu untuk transaksi keuangan di merchant Bank BRI atau agen BRILink
  • Website: https://ib.bri.co.id/ib-bri/
  • Aplikasi BRI Mobile (BRImo)

Aplikasi BRImo andalan transaksi perbankan bisa di download di Playstore dan Apple Store

Saya merasakan betul bagaimana perjuangan awal dalam memperkenalkan fasilitas kartu ATM dan mobile banking kala itu. Untuk mengajak nasabah menggunakan kartu ATM dan mobile banking, terkadang perlu mengedukasi tak hanya nasabah tersebut, tetapi termasuk mengedukasi anak atau cucu jika nasabah tersebut sudah berumur. Namun hal ini bisa dibilang efektif karena otomatis generasi muda jadi memahami dan tidak takut menggunakan ATM dan mobile banking.

Kini masyarakat lebih teredukasi dan sudah banyak yang menggunakan aplikasi Brimo. Layanan digital Bank BRI terus meningkat pesat. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pengguna dan transaksi BRI Mobile (BRImo).

Direktur Bisnis dan Konsumer BRI Handayani mengatakan, pengguna BRImo mencapai 18,47 juta atau tumbuh 66,3% yoy pada Juni 2022. Dibarengi kenaikan transaksi finansial hingga 136,6% yoy menjadi 726,4 juta transaksi.

Transaksi melalui BRImo menghasilkan volume transaksi Rp 1.075 triliun atau tumbuh 131% yoy. Dari transaksi tersebut menghasilkan fee based income senilai Rp 724,2 miliar. Amazing!

Ketika nasabah menggunakan BRImo maka ini berarti bahwa nasabah juga mengakses internet. Berikut ini adalah data menarik tentang perkembangan pengguna internet di Indonesia.

Data populasi pengguna internet tahun 2021
Sumber: www.datareportal.com

Dari data di atas terlihat bahwa internet menjadi konsumsi primer masyarakat dari berbagai usia. Meskipun setiap hari masyarakat kita menggunakan internet, namun literasi digital masih terasa kurang. Hal ini menyebabkan kita sangat rentan menjadi korban kejahatan siber. Oleh karena itu sangat diperlukan edukasi agar masyarakat kita bisa menjadi Nasabah Bijak

Bagi saya, ini adalah salah satu tugas penting sebagai seorang bloger yang bekerja di ranah digital. Yaitu menjadi Penyuluh Digital yang senantiasa memberikan informasi dan edukasi untuk masyarakat cerdas dan anti kejahatan siber.


Kejahatan Siber Yang Kerap Mengancam Nasabah Bank

Selama 5 tahun bekerja di lapangan, bisa dikatakan bahwa saya kerap menemukan kasus penipuan terhadap nasabah. Sering kali nasabah melapor kepada petugas bank setelah mereka selesai melakukan transfer ke rekening penipu sehingga kami tidak dapat melakukan pencegahan. Namun, kami juga kerap menjumpai nasabah dengan gelagat aneh saat menuju ATM dan melakukan panggilan telepon. Di saat seperti itu, biasanya kami bisa menyapa nasabah dan berkomunikasi dengan nasabah sehingga penipuan berhasil digagalkan. Biasanya nasabah tergiring bertransaksi karena mendapatkan pesan melalui SMS, WA, ataupun telepon dari nomor asing.


Di mana ada ikan, di situ ada nelayan. Data di atas merupakan data media sosial yang paling sering digunakan di Indonesia. Whatsapp sebagai jawara, disusul Instagram dan Facebook. Dengan fenomena tersebut, bisa dipastikan ketiga media sosial tersebut menjadi target market para pelaku penipuan.

Nah, ada banyak sekali modus penipuan online/siber. Mari kita kupas satu persatu.

1. Scam

Scam adalah semua bentuk tindakan yang terencana dan bertujuan untuk mendapatkan uang dengan cara memberikan informasi palsu atau membohongi calon korban. Scam sering terjadi pada kontak komunikasi seperti telepon atau pesan singkat (chat).


2. Phising

Phising adalah segala bentuk tindakan penipuan yang dilakukan dengan mencuri informasi penting kemudian mengarahkan korban untuk masuk ke sebuah situs atau halaman palsu agar dapat menjebak korban.

Phising banyak terjadi pada layanan streaming berlangganan yang berbayar, perbankan, UMKM, hingga e-commerce. Penipuan phising biasanya berkedok transfer Bank, pembobolan data para pengguna e-commerce, hingga layanan streaming gratis untuk meretas perangkat korban.


3. Account Take Over

Account Takeover (ATO) merupakan bentuk kejahatan penipuan yang mengambil alih akun tanpa adanya komunikasi antara korban dan pelaku, namun korban dapat langsung merasakan dampak dari pencurian akun tersebut.

ATO kerap dilakukan oleh pihak keluarga atau kerabat terdekat yang mengetahui informasi personal serta data-data akun dari korban.


4. Share Log In Info

Share login info adalah suatu bentuk kejahatan dengan mencuri informasi yang sangat rahasia dan sensitif seperti PIN, Password, dan OTP (One Time Password).

Para pelaku kejahatan akan memulai dengan memberikan informasi palsu kepada korban sehingga korban tanpa sadar akan memberikan informasi sensitif dan rahasia kepada pelaku.


5. Share Card Info

Share card info adalah modus penipuan yang hampir serupa dengan modus penipuan share login info, dimana para pelaku mencuri informasi penting dari kartu, seperti nomor kartu hingga kode OTP yang diberikan oleh Bank.

Modus penipuan ini sering terjadi di mana pelaku akan menghubungi korban dengan mengatasnamakan Bank yang kemudian korban tanpa sadar akan memberikan informasi penting terkait kartu debet atau kredit seperti nomor kartu dan kode OTP atau PIN.


6. ID Theft

ID Theft merupakan tindak kejahatan di mana pelaku mencuri data atau informasi personal kartu korban untuk digunakan mendaftarkan akun oleh pelaku.

Modus penipuan ini sering digunakan dengan cara pelaku menghubungi korban dengan alasan tertentu atau mengatasnamakan pihak tertentu agar pelaku bisa mendapatkan informasi seperti kartu identitas milik (KTP) korban.


7. Carding atau Card Stolen

Carding atau Card Stolen adalah suatu bentuk penipuan internet mengambil alih kartu Kredit atau Debit korban tanpa adanya bentuk komunikasi apapun. Sehingga korban tidak menyadari bahwa kartu Kredit atau Debit telah digunakan oleh penipu.


8. Social Engineering

Social Engineering adalah istilah yang digunakan untuk tindak kejahatan yang memanfaatkan bentuk interaksi dengan manusia.

Teknik penipuan ini menggunakan manipulasi psikologis kepada korban sehingga korban tanpa sadar akan melakukan kesalahan keamanan dengan memberikan informasi sensitif kepada pelaku.


Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) menghimpun data kasus penipuan di ranah digital, terutama media sosial. Berdasarkan data yang dihimpun FTC, angka kerugian akibat penipuan di media sosial meningkat 18 kali lipat dalam empat tahun terakhir. Tercatat kerugian yang ditimbulkan sepanjang 2021 mencapai 770 juta dollar atau sekitar Rp 11 triliun (kurs Rp 14.394,10).

Di lingkungan saya sendiri, baru-baru ini ada yang menjadi korban penipuan siber dengan total kerugiannya mencapai puluhan juta. Sedih rasanya saat mendengar berita ini. Bagaimana caranya agar kejadian seperti ini tak berulang tanpa harus jatuh korban?


5 Langkah Cegah Kejahatan Siber Dengan Menjadi Nasabah Bijak

Menjadi korban suatu tindak kejahatan adalah mimpi buruk. Penyesalannya pasti akan selalu menghantui. Untuk mencegahnya, kita perlu belajar untuk menjadi nasabah bijak. Berikut ini adalah 5 langkah mencegah kejahatan siber ala sapamama:

1. Waspada terhadap nomor/akun asing

Hal ini berlaku bagi nomor asing yang menghubungi via telepon, SMS, whatsapp, dan telegram. Begitu pula dengan akun palsu yang bertebaran di media sosial. Kita harus pastikan bahwa akun media sosial sudah verified (ada centang biru). Selain itu, jangan dihiraukan.

Kontak BRI yang terverifikasi.

Kewaspadaan juga perlu kita perhatikan terhadap alamat email dan website. Jangan sampai kita meng-klik tautan dari website asing ya...


2. Lindungi informasi pribadi kita

Adalah hal aneh jika ada orang yang mengatasnamakan bank atau pihak lain dan meminta informasi nama, alamat, nama ibu kandung, tanggal lahir, PIN, atau kode OTP. Data tersebut tidak boleh dibagikan kepada siapa pun karena dapat menimbulkan kerugian bagi kita.


Hal yang sama juga berlaku pada informasi kode M-Token dan CVV (tiga digit nomor terakhir kartu dibelakang kartu). Jika sampai diketahui orang lain (penipu) maka saldo simpanan kita bisa habis disikat pelaku kejahatan siber.



3. Tetap tenang dengan berbagai berita luar biasa yang kita terima

Mendengar berita yang luar biasa entah itu kabar kita memperoleh hadiah atau ancaman ditariknya sejumlah fasilitas perbankan yang kita miliki tentu mengejutkan. Tarik nafas dalam-dalam dan lakukan pemeriksaan ulang. Saat kita sudah tenang maka logika kita akan mengambil alih badai emosi yang sempat melanda. Cek nomor yang menghubungi kita, perhatikan segala aspek detailnya. 

Komik yang saya tulis dan ilustrasikan untuk edukasi anti kejahatan siber.

4. Jangan terburu-buru untuk melakukan transaksi transfer/pembayaran

Adakalanya kita tergiring untuk melakukan transaksi. Sebelum bertransaksi, periksa nama rekeningnya. Atas nama siapakah? Jika atas nama pribadi maka sebaiknya urungkan transaksi keuangan tersebut.


5. Jangan segan bertanya/minta pertolongan pada petugas bank BRI

Jika kita masih belum yakin dengan pemeriksaan data yang kita lakukan secara mandiri, kita bisa pergi ke kantor bank BRI terdekat untuk meminta bantuan petugas. Tak masalah jika terjadi di hari libur, ada tim security yang juga memiliki wawasan produk perbankan yang mumpuni dan siap membantu nasabah.


Penutup

Perkembangan pesat di dunia digital bak menjadi pedang bermata dua. Di tangan orang yang baik, dunia digital akan membawa kemajuan bagi kehidupan umat manusia. Namun, di tangan orang jahat teknologi dunia digital ini bisa mendatangkan musibah bagi manusia lainnya. Oleh karena itu kita harus selalu belajar tentang apa yang terjadi di dunia digital, entah itu keunggulannya dan juga resiko yang ada di dalamnya.

Dengan memahami resiko kita akan menjadi pribadi yang waspada sehingga tak mudah terhasut atau tertipu dengan bujuk rayu pelaku kejahatan siber di dunia digital. Apalagi sebagai generasi muda, sudah selayaknya kita juga memberikan edukasi dan membantu melindungi orang tua, pakdhe, budhe, om, tetangga, siapa pun yang kiranya masih minim pengetahuan perlindungan diri di dunia digital sehingga mereka dapat terhindar dari kejahatan siber yang mengintai

Oh ya, saya juga ingin menyampaikan kabar baik untuk teman-teman pencinta desain nih...

BRI sedang mengadakan lomba logo dalam rangka HUT BRI ke 127 dengan total hadiah puluhan juta rupiah! Jangan sampai ketinggalan ya... Batas pengiriman karya 30 September 2022. Info lengkap bisa berkunjung ke website https://bri.co.id/sayembaralogo127. Semoga beruntung ya...


Akhir kata, semoga tulisan saya dapat membawa manfaat bagi teman-teman. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya dan dijauhkan dari segala macam bentuk kejahatan. Aamiin...



Salam Hangat,

sapamama


Daftar pustaka:

https://bri.co.id/info-perusahaan

https://money.kompas.com/read/2022/06/20/174000726/jumlah-kantor-cabang-berkurang-bri--tidak-berdampak-kepada-pengurangan-pekerja

https://datareportal.com/reports/digital-2022-indonesia?rq=indonesia

https://katadata.co.id/literasi-digital-2021#/

https://keuangan.kontan.co.id/news/volume-transaksi-bri-mobile-capai-rp-1075-triliun#:~:text=ILUSTRASI.,3%25%20yoy%20pada%20Juni%202022.

https://www.generali.co.id/id/healthyliving/detail/799/yuk-kenali-jenis-jenis-penipuan-online-agar-kamu-dapat-menghindarinya

https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/02/07/154241282/kabar-data-angka-kerugian-akibat-penipuan-di-medsos-versi-ftc-as?page=all.

12 Komentar

  1. terimakasih untuk info mengenai jenis-jenis kejahatan pada nasabah bank yang perlu kita waspadai.. semoga bank juga makin canggih meningkatkan keamanannya baik secara system perlindungan nasabah, maupun secara digital dari serangan para hackers.

    BalasHapus
  2. Artikel yang bagus dan banyak info penting agar kita terhindar dari kejahatan siber yang sedang marak.

    BalasHapus
  3. Wah banyak juga ya jenis kejahatannya. Jadi serem nih. Kita harus hati2 banget

    BalasHapus
  4. Serem. Selain modus papa minta pulsa, modus ngaku ngaku karyawan BRI juga sering dilakukan. Memang sebagai nasabah harus bijak dan jangan gampang panikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hampir semua banknbesar dimodusin kak. Makanya perlu banget kita edukasi ke masyarakat

      Hapus
  5. Iya ya sekarang banyak banget kejahatan online yang berkaitan dengan transaksi perbankan, tipsnya sangat ngebantu kak makasih ya

    BalasHapus
  6. Banyak yaa kejahatan siber yang merajalela saat ini. Jadi ngeri bangett! Emang harus benar benar waspada :'

    BalasHapus