“Siapakah yang paling penting dalam hidup Anda saat ini?”

“Orang tua saya pak!”

 

Dengan yakinnya saya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh sang pemilik stasiun televisi swasta ternama saat wawancara dalam suatu kontes lebih sari satu dekade yang lalu. Yah, jawaban pertanyaan tersebut memang tidak bisa membawa saya melangkah ke tahap selanjutnya, namun  sudah sewajarnya jawaban itu meluncur dari seorang anak, bukan?

 

Saya bisa duduk di kursi peserta tersebut dengan menyandang status mahasiswa, tentunya berkat dukungan dari orang tua  saya. Baik dukungan finansial maupun dukungan moral. Walaupun kami tinggal di desa dan mama saya tidak sempat mencicipi bangku kuliah, namun sejak dulu mama saya selalu menekankan pentingnya meraih gelar sarjana. 


Apa pun pilihan yang saya ambil, beliau selalu mendukung saya. Papa juga sama, yang beliau lakukan adalah bekerja untuk kebutuhan anak-anak ke jenjang yang lebih tinggi.

 

Anak, Orang tua, dan Pendidikan

Tak mudah menguliahkan anak di universitas luar negeri swasta dengan kondisi keluarga dianugerahi banyak anak. Perlu adanya kekompakan dan kerja sama untuk bisa lancar menyekolahkan anak-anak.

 

Jika diingat lagi, saat itu pasti pengeluaran orang tua saya sangat besar, apalagi ketika saya menginjak semester akhir, di waktu yang sama adik saya memasuki bangku kuliah juga, dan adik saya yang lain masuk ke SMA. Saat itu papa harus melakukan perjalanan jauh untuk mencapai kantornya, bekerja dari pagi hingga malam, belum lagi lembur hingga dini hari. Begitu juga mama yang harus berusaha untuk mengatur pos-pos keuangan dan berhemat sehemat-hematnya untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Untungnya masih ada hasil bumi dari kebun yang bisa dijual untuk menutupi lubang-lubang biaya sekolah dan operasional.


Dengan segala keterbatasannya itu orang tua saya selalu memberikan apa yang kami butuhkan, entah itu perangkat komputer, kendaraan bermotor untuk mobilitas, kos yang istimewa, uang saku yang cukup, dan makanan bergizi. Papa saya pun tak pernah sekalipun mengeluh lelah atas segala jerih payah dan kerja kerasnya. Memiliki orang tua yang peduli dan bertanggung jawab sungguh merupakan suatu rejeki. Masya Allah.

 

Manfaat Pendidikan Tinggi Untuk Masa Depan

“Jadi perempuan ngapain perempuan sekolah tinggi-tinggi? Ujungnya kan Cuma ngurus anak di rumah!”

Saya yakin teman-teman familiar dengan kalimat tersebut. Memang benar bahwa hingga saat ini stigma itu masih kuat melekat di masyarakat. Baik orang yang berpendidikan tinggi ataupun tidak bisa memiliki pola pikir yang seperti itu lho. Tidak apa-apa, anggap saja merupakan keanekaragaman hayati masyarakat kita, hehehe...

 


Namun, bagi kita yang memiliki pemahaman tentang makna pendidikan pasti percaya, bahwa menjadi seorang perempuan, istri, ibu, dan anggota masyarakat, akan memerlukan pendidikan tinggi. Minimal, punya semangat belajar yang tak pernah surut. Mungkin terdengar klise, namun perempuan adalah madrasah pertama anak-anak. Anak yang maha peniru itu akan menduplikasi sikap kita, optimisme kita, kreativitas kita. Maka untuk menciptakan generasi unggul, seorang ibu juga dituntut menjadi pribadi berkualitas. Salah satu caranya adalah memperoleh pendidikan.

Sebelum memutuskan menjadi ibu rumah tangga, sebelumnya saya bekerja di sebuah bank BUMN. Setelah memiliki anak dan memilih fokus dengan keluarga, saya tidak serta merta berhenti. Saya kembali belajar dan akhirnya membangun komunitas ibu dan anak. Setelah itu saya menambah kegiatan saya sebagai blogger, ilustrator, story teller, dan podcaster.

Diperlukan pendidikan memadai untuk bisa bersaing di masa depan

Anak saya melihat apa yang saya lakukan, terinspirasi karenanya, dan membuatnya ikut belajar juga dari pengalaman nyata.

Jika orang tua saya tidak memberikan pendidikan tinggi yang membantu memperluas pandangan hidup saya, mungkin saya tidak akan menjadi diri saya saat ini.

 

Pentingnya Merencanakan Pendidikan Anak

“Kita tidak akan pernah bisa membalas apa yang telah diberikan orang tua kita. Oleh karena itu, saya ingin membalas segala kebaikan mereka dengan memberikan yang terbaik bagi anak saya.”

 

Bagaimana caranya?

Yang pertama adalah merencanakan kelahiran anak.

Saya dan suami berasal dari keluarga biasa saja, dengan orang tua yang biasa juga. Kami merasakan bagaimana orang tua harus banting tulang untuk menyekolahkan anak-anak yang usainya berdekatan. Kalau orang tua kami dulu saat menikah masih muda, sehingga hingga kini pun energinya pun masih besar, berbeda dengan kami. Kalau saya menikah saat usia matang, sedangkan suami sudah matang banget, hehehe... Jadi kami harus realistis kalau ingin anak kami mendapatkan pendidikan baik yang minimal seperti orang tuanya, syukur-syukur lebih baik ya... Maka kami harus mencukupkan diri dengan jumlah anak yang kami miliki saat ini.


Cara kedua adalah dengan menyiapkan pendidikan anak sejak dini.

Bisa dibilang kami agak terlambat memulai investasi pendidikan. Kami memulai investasi saat anak kami sudah lahir. Tapi, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali kan?

Kami menyadari adanya fakta bahwa biaya pendidikan semakin tinggi tiap tahunnya. Pada tahun 2018 saya pernah melakukan survei biaya PAUD dan sekolah dasar di Solo. Jangankan perguruan tinggi, biaya sekolah dasar swasta bermutu bahkan kenaikannya bisa mencapai hingga 15% setiap tahun. Sama halnya dengan orang tua kami, saya dan suami bersepakat mengencangkan ikat pinggang demi bisa menyekolahkan anak di sekolah yang baik hingga perguruan tinggi. Insya Allah.

 

Memilih Produk Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah

Lima tahun lalu kami memilih asuransi pendidikan konvensional untuk anak. Seiring berlajannya waktu, kami merasa asuransi tersebut masih kurang memenuhi kebutuhan kami. Pandemi ini membuat saya sadar bahwa hidup semakin tidak pasti. Kita benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. Oleh karena itu kami harus menemukan produk yang bisa memenuhi kebutuhan akan pendidikan anak, bahkan ketika hal terburuk terjadi.


 

Anak kami bahkan belum masuk SD, perjalanan pendidikannya masih sangat panjang. Setidaknya masih ada 12 tahun perjalanan untuk menyentuh garis finish status sarjana dan ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi dalam kurun waktu tersebut.


Dengan melihat kondisi di atas, maka Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah bisa menjadi solusi keresahan ini.

 

Manfaat Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah

Di awal bulan Juli 2021 Prudential, pelopor asuransi di Indonesia meluncurkan produk baru yang bisa memberikan manfaat ganda untuk kita, yaitu Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah.

PRUCerah merupakan asuransi jiwa tradisional berbasis Syariah pertama di industri asuransi jiwa Indonesia yang menawarkan manfaat dana pendidikan bulanan dan tambahan dana pendidikan. Kita tentu tidak ingin impian anak kita terhenti di tengah jalan karena hal-hal tak terduga. Jadi, PRUCerah tidak hanya menawarkan manfaat dana pendidikan yang dapat digunakan sebagai bekal untuk pendidikan tinggi, namun juga memberikan manfaat bebas kontribusi ketika orang tua meninggal dunia, menderita cacat total dan tetap atau kondisi kritis.

 

PRUCerah memberikan proteksi tak hanya bagi anak, namun juga orang tua turut menjadi peserta tambahan. Jika orang tua yang menjadi sumber nafkah utama meninggal, maka dana pendidikan PRUCerah tetap bisa dibayarkan sesuai rencana.


Dari segi metode pembayaran, PRUCerah memiliki pilihan masa pembayaran kontribusi yang fleksibel yaitu selama 5 tahun atau hingga anak mencapai jenjang pendidikan tinggi. Beberapa manfaat persiapan dana pendidikan melalui PRUCerah antara lain:

  • Manfaat sekaligus, yaitu mengeluarkan sejumlah dana misalnya untuk uang gedung sekolah.
  • Manfaat berkala, yaitu pengeluaran untuk kebutuhan SPP bulanan ataupun uang semesteran.
  • Tambahan manfaat tahunan.
  • Tambahan manfaat di akhir kepesertaan.


Ada penawaran menarik dalam pembayaran dana PRUCerah yang sayang untuk dilewatkan. Jika kita langsung membayarkan dana asuransi untuk satu tahun, maka kita hanya perlu membayar biaya 11 bulan saja, lumayan kan jadi hemat satu bulan.


Jika dalam program PRUCerah ini tidak tidak banyak nasabah yang melakukan klaim, maka dananya, biasa disebut dengan surplus underwriting, 80% akan diberikan pada pemegang polis, 10% dana tabarru’, dan 10% untuk pengelola.

Dana tabarru’ adalah dana tolong menolong atau hibah yang biasanya terdapat dalam jasa keuangan syariah. Jadi, tak hanya mendapat manfaat bagi diri sendiri saja jika kita memilih PRUCerah, ternyata kita juga bisa memberi manfaat dan membantu saudara kita yang membutuhkan uluran tangan.

 

 

Demikian yang bisa saya bagikan kali ini. Semoga dengan adanya tulisan ini teman-teman bisa mendapatkan insight baru tentang perencanaan dana pendidikan untuk membantu anak kita dalam merajut mimpi dan masa depan.

 

 

 

Salam Hangat,

sapamama



Sumber:

Webinar Peluncuran Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah - 8 Juli 2021

Narasumber:

 Jens Reisch - President Director Prudential Indonesia

Nini Sumohandoyo - Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential

Himawan Purnama - Managing Director for Customer Solution & Delight Prudential Indonesia

Donita Nugroho - selebritas Indonesia

Ivan Ahda - Pegiat Pendidikan, Ketua Jaringan Semua Murid Semua Guru


57 Komentar

  1. Biaya pendidikan anak memang harus dipersiapkan sejak dini ya. Punya teman yang bahkan udah mempersiapkan jauh sebelum nikah. Punya tabungan khusus gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salut dengan temannya mam. Persiapannya mantul

      Hapus
  2. Biaya pendidikan anak ini kalau dihitung memang angkanya WOW banget. Ada pilihan sekolah negeri di Jakarta yang gratis tapi belum tentu juga bisa masuk ke sana. Tetap perlu plan a,b,c karena pendidikan itu bukan main-main.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, kalau bisa di sekolah negeri lumayan ya, adan dana BOS dll, bisa nafas dan tinggal nabung untuk perguruan tinggi

      Hapus
    2. Iyaa
      PTN pun SPP nya juga udah bisa 5-10juta tergantung gaji orang tua. Zamanku dulu kan masih sama semua SPPnya. Sekarang ada subsidi silang

      Hapus
  3. Aku masih ingat gak mudahnya buat orang tua biayain sekolahku sama saudara lainnya. 5 orang dan sekolah semua. Sekarang karena udah tahu kaya gitu, lebih baik sudah bikin rencana jauh hari soal pendidikan ini. Misalnya dengan PRUCerah. Manfaatnya bukan hanya buat diri sendiri kan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mam. Ada manfaat dana tabarru' yang bisa membantu saudara yang membutuhkan

      Hapus
  4. Biaya pendidikan anak setiap tahun biasanya naik :) Bagusnya kalau kita membutuhkan asuransi, pilih yang berbasis syariah aja seperti PRUCerah ini. Ternyata ga cuma urusan proteksi pendidikan anak, tapi orang tuanya juga bisa menjadi peserta tambahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, ibaratnya ada plan B, kalau-kalau ortu meninggal, pendidikan anak insya Allah akan tetap bisa berjalan.

      Hapus
  5. Biaya pendidikan anak memang harus direncsnakan sejak dini ya mba.. Beruntung ada asuransi keren ini yg mempermudah perencanaan hal tersebut..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mam. PRUCerah memang bermanfaat, sederhana dan mudah dipahami pula.

      Hapus
  6. Mmang perencanaan pendidikan tuh harus dipikirkan sejak anak-anak belum menginjak bangku sekolah. kalau bisa baru brojol dah buat tabungan pendidikan. Bagus nih programnya Prucerah syariah. Bisa buat para ortu muda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mam, kalau anak sudah besar biar ngga kelimpungan. Apalagi jika terjadi hal-hal tak terduga.

      Hapus
  7. Ngapain perempuan sekolah tinggi2 ujung2nya di dapur? Tetep kelihatan ko dari pola pikir dan cara berfikirnya saat mengatasi apapun. APlagi dalam hal pemikiran soal pendidikan anak. PAsti mereka memberikan yang terbaik, termasuk asuransi pendidikannya.

    Apalagi hadirnya PRUCerah merupakan asuransi jiwa tradisional berbasis Syariah pertama di industri asuransi jiwa Indonesia yang menawarkan manfaat dana pendidikan bulanan dan tambahan dana pendidikan. Pas banget dengan biaya pendidikan yg sangat mihil . Agar dipersiapkan sedari dini,

    BalasHapus
  8. kalo pilihan biaya pendidikan anak yang pure untuk pendidikan aja tanpa ada asuransi jiwa atau investasi gitu ada gak ya mak?

    BalasHapus
  9. wah ini salah satu cara untuk investasi pendidikan ke anak ya, karena makin kesini biaya pendidikan makin mahal, mau gamau kita harus menabung dari anak baru lahir, sehingga ketika membutuhkan uang banyak untuk biaya kuliah bisa terpenuhi, salah satu cara join asuransi pendidikan ya, klo agama saya so pasti harus syariah

    BalasHapus
  10. SEHARUSNYA semua ortu itu punya asuransi atau tabungan dana pendidikan ya mbak, karena pada saat waktuya tiba dan dibutuhkan - itu BUKAN dana masuk sekolahnya aja, tapi juga yang kita perhatikan : les - perlengkapan sekolah - dll yang malah buanyaaaak banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, aku teringat alm bapakku juga yang menyediakan dana pendidikan untuk ketiga anaknya sampai tektekbengeknya mulai dari perangkatnya, atau menyediakan akomodasi, lesnya dll yang justru menyita banyak biaya.
      Maka penting banget dana pendidikan ini ,aplaagi asuransi pendidikan PRUCerah sangat mendukung. Yuk, yuk mulai menyiapkan dari sekarang agar masdep anak cerah.

      Hapus
  11. Memang paling aman itu, semua ortu sebaiknya punya asuransi atau tabungan dana pendidikan ya

    Karena selain usia, tak ada yang tahu, dan pada saat dibutuhkan - itu BUKAN dana masuk sekolahnya aja, tapi juga yang kita perhatikan : les - perlengkapan sekolah - dll yang malah buanyaaaak banget

    BalasHapus
  12. Jadi makin tahu soal PRUcerah, ternyata asuransi syariah yg bagus buat dimiliki

    BalasHapus
  13. Keren banget mbak, berani mengambil keputusan dari anita karier utk mendampingi anak2, insyaAllah berkah.
    Merencanakan biaya pendidikan anak ini emang salah satu kewajiban ortu ya supaya nanti juga gak keteteran.
    Sesunggunya masih bingung surplus2 itu apa utk asuransi yang seperti ini, apa nantui ada penambahan nilai gtu ya?
    Terus terang blm punya asuransi pendidikan utk anak
    TFS penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama saya jug belum mba, tapi udah kepikiran dengan pendidikan anak meskipun masih kecil. Krna kt gak akan tau kedepannya seprti apa

      Hapus
  14. Kalau dipikir pikir biaya pendidikan anak ini nggak pasti ya mbk, naik terus seiring berganti tahun. Asuransi ini ibaratnya sperti sedia payung sebelum hujan ya, jadi harus benar-benar dipersiapkan

    BalasHapus
  15. Pendidikan itu penting bgt, apalagi buat seorang ibu... pandemi kayak gini benar2 berasaloh, apalagi materi pelajaran anak sekrang itu enggak segampang dulu... sekolah dari rumah, kalau orang tua enggak bisa ngajarin terus gimana?
    oh ya Mak, PruCerah ini perbulan berapa ya, Mak? Anakku belum ada asuransi pendidikan, belum nemu yang cocok nih Mak

    BalasHapus
  16. Biaya pendidikan itu nggak ada yang semakin turun tapi malah naik dan ini yang harus disiapkan sejak dini

    BalasHapus
  17. Benar banget ini mbak
    Sekarang ini biaya pendidikan makin mahal
    harus dipersiapkan jauh jauh hari dengan membuka tabungan ataupun asuransi pendidikan

    BalasHapus
  18. Biaya pendidikan anakku saja sudah aku pikirkan dari sekarang mbak, padahal masih kecil2 tapi memang ini penting banget ya... Sekarang sudah mulai belajar nabung juga diriku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya, kapan hari pun aku ditawari juga untuk tabungan pendidikan anak ini, namun masih didiskusikan dulu bersama suami biar kita sama2 paham dan nggak nyesel nantinya

      Hapus
  19. Ini dia nih kemarin aku direkomendasikan teman untuk ikutan cari tahu banyak juga supaya enggak mengenal yang namanya kelabakan masa depan katanya

    BalasHapus
  20. Setelah punya anak yang 4 tahun lagi mau kuliah itu berasa banget ketar-ketir menyiapkan dana pendidikan. Jadi nyesel nggak dari awal bikin tabungan pendidikan. Sekarang mulai nabung dikit-dikit, better late than never kan.

    BalasHapus
  21. Aku belum punya anak mbak, tapi baca ini jadi punya insight baru soal pendidikan anak. Biaya pendidikan semakin hari bakal semakin mahal nantinya, memang persiapannya harus dilakukan sejak dini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa aku setuju. Sekarang dana pendidikan yang sekaligus asuransi udah banyak ya. Dan benar memang harus dipersiapkan sejak dini

      Hapus
  22. Duh iya bangeeet deh, biaya sekolah anak itu kudu banget disiapkan jauh-jauh hari. Soalnya nambah tahun nambah mahal. Kalo gak nabung, asuransi, atau investasi, susah deh. Huhu sekarang nih aku lagi sedap-sedapnya ngeluarin uang untuk sekolah anak. Semoga kita semua dimampukan ya untuk nyekolahin anak setinggi-tingginya

    BalasHapus
  23. Biaya pendidikan anak yang terencana dengan baik ditambah lagi mempelajari alur skematik program PRUCerah yang diberikan, bisa menjadi harapan untuk para orangtua dalam memenuhi asuransi pendidikan di masa kini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Eraa..
      Memang menyediakan pendidikan yang terbaik ini adalah memperbaiki pola pikir setiap generasi juga. Jadi memang anak bisa cerdas karena doa dan usaha orangtuanya yaa..

      Dengan perencanaan keuangan yang bagus, maka pendidikan tinggi untuk anak bisa terpenuhi.

      Hapus
  24. Benar sekali apa kata bijak itu ya, sedia payung sebelum hujan. Proteksi bagi anak dan orangtua dengan PRUCerah ini menjamin keberlangsungan pendidikan anak di masa depan.

    BalasHapus
  25. Pendidikan anak emang harus direncanakan dari awal ya, kalo bisa sebelum anak lahir, untung ada PruCerah yg nawarin asuransi bagus

    BalasHapus
  26. Pendidikan memang perlu dipersiapkan jauh-jauh hari ya Mbak, dan kurasa proteksi juga sangat diperlukan karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

    BalasHapus
  27. penting banget memang mbak mempersiapkan dana pendidikan sedini mungkin. kalau nggak jadinya berantakan, apalagi anaknya lebih dr satu. duh.
    bener deh asuransi PRUCerah ini pantas dipertimbangkan dengan benefit yg diberikan jikalau terjadi apa2 saat kita sibuk menyiapkan dana anak

    BalasHapus
  28. Duh emang puyeng deh kalo ngomongin biaya pendidikan anak. makin tahun makin besaaaarrr. Bener bener harus siap siap semenjak mereka kecil. Huhuhuu.. Kayanya aku juga perlu nih Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah ini buat mengamankan tabungan pendidikan anak

    BalasHapus
  29. Ya Allah semoga semua orang tua dilancarkan dalam mengurus biaya pendidikan anak. Aku pun masih belum ada bocil harus persiapan juga nih. Makasih ya mam

    BalasHapus
  30. Benar sekali ini..
    Mempersiapkan dana sedari anak-anak kecil sehingga gak kaget dengan segala kemungkinan yang bisa aja terjadi selama perjalanan hidup.
    PRUCerah membantu banget dalam hal perencanaan dana pendidikan anak untuk masa depan.

    BalasHapus
  31. Menarik, Mbak ya asuransi baru dari Prudential ini. Asuransi jiwa yang juga menawarkan investasi untuk pendidikan anak.

    BalasHapus
  32. Seneng banget ada PRUCerah yang merupakan asuransi jiwa tradisional berbasis Syariah pertama di industri asuransi jiwa Indonesia

    Berasa pas butuh dana pendidikan bulanan dan tambahan dana pendidikan sebaiknya sih para ortu persiapkan sedari dini,

    BalasHapus
  33. Kaget banget pas tau biaya kuliah di kampus saya, padahal ptn tapi jumlahnya bikin syok... Meski anak saya masih sd, biayanya harus dipersiapkan dari sekarang ya...

    BalasHapus
  34. aku lagi bahas ini nih minggu lalu, mau nabung untuk pendidikan anak. Biaya kuliah dari sekarang, mau banget anak2 di PTN aja. amiiin
    Biayanya udah segitu ya di 2028. Pas anak aku bisa 150 juta nih. Ya Allah moga dicukupkan yaaa kita amin..semangat dan perencanaan harus dari jauh2 ya mbaaa. Makasih tulisannya mba^^

    BalasHapus
  35. biaya pendidikan memang makin lama makin mahal ya mba. Aku sudah siapkan asuransi pendidikan untuk 2 anakku juga nih mba

    BalasHapus
  36. Kalau diingatkan tentang biaya kuliah gini, aduh jadi deg-degan. Ingat kalau persiapannya masih belum maksimal. Belum punya perencanaan seperti ini. Padahal anak sudah SMP dan SMA. Dan sudah berpesan ke mereka bahwa kuliah itu wajib bagi kami, bagaimanapun kondisinya.

    BalasHapus
  37. makin kesini biaya pendidikan anak semakin meningkat ya mbk. Lihat dafrtar biaya kuliah persemester di tabel atas lumayan banget, Makannya penting banget nabung buat biaya penidikan anak

    BalasHapus
  38. Bagiku mempersiapkan pendidikan penting banget, semenjak kecil sudah siapin dana pendidikannya. Apalagi asuransi penting banget, karena kita gatau apa yang akan terjadi di depan sana.

    BalasHapus
  39. Dana pendidikan anak memang sangat dibutuhkan ya mbak.. Rencananya harus matang dan baik. Sejauh ini saya belum punya Asuransi sih hhehehe..

    BalasHapus
  40. Perlu banget ini mempersiapkan biaya pendidikan anak sebab biaya pendidikan sekarang mahal ya, kalo dihitung udah kayak orang kuliah. Apalagi kayak kami anak ada 3, perlu banget perencanaan.

    BalasHapus
  41. Baca ini jadi ingat jaman kuliah dulu. Setiap waktunya bayar uang semester, Bapak selalu menjual berkarung-karung gabah hasil panen yang menumpuk di lumbung. Kadang sambil bilang, bukan tikus yang ngabisin gabah di lumbung, tapi kamu.

    Coba jaman dulu Bapak sudah kenal asuransi pendidikan ya, pasti nggak bakal numpuk hasil panen gitu buat biaya kuliah kami anak-anaknya

    BalasHapus
  42. Kalau aku masih dalam bentuk emas kecilin saja Mba. Semoga Alloh mampukan utk menyekolahkan anak sampai tinggi.

    BalasHapus
  43. Mempersiapkan biaya pendidikan anak sejak dini memang harus dan penting dilakukan agar kelak saat anak membutuhkannya, orang tua tidak pusing lagi. Yaah semacam tabungan jangka panjang gitu deh.

    BalasHapus
  44. Nah bener banget pendidikan anak ini salahsatu yang penting dipersiapkan. Makasih banyak mba infonya. Jadi salah satu referensi buat mempersiapkan biaya pendidikan anak2 nanti

    BalasHapus
  45. Perlu banget asuransi pendidikan ya ka untuk mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak. Salut dgn para ibu

    BalasHapus