Seekor ulat hijau yang gemuk dan menggemaskan merambat di tanaman milik seorang teman. Saya tidak melihatnya secara langsung sih, teman saya memperlihatkannya dalam bentuk status WhatsApp. Dan kami pun melanjutkan obrolan. Saya sarankan kepada beliau untuk memelihara ulat tersebut ke dalam akuarium atau toples kaca. Di atasnya bisa diberi kain kasa untuk sirkulasi udara, lalu kita yang bertugas memberinya makan.

 

Aktivitas ini bisa bermanfaat untuk memberikan edukasi kepada anak kita untuk menyayangi binatang, bertanggung jawab, dan melihat proses metamorfosis dari ulat menjadi kupu-kupu secara langsung. Alhamdulillah teman saya bersemangat dan menyambut baik saran saya. Langsung dia eksekusi dong…


 

Foto tanaman: Bibu Nanda

Teman saya ini memang suka bercocok tanam, entah itu tanaman bunga atau buah. Ia juga suka berjalan-jalan di alam bersama putranya, wajar, alam memang banyak menyajikan atmosfer positif bagi manusia. Dulu, di waktu luangnya ia kerap me time dengan berjalan-jalan di Pasar Nongko, salah satu pasar tanaman hias yang ada di kota Solo. Tak jarang ia membawa pulang beberapa buah tanaman untuk menghijaukan rumahnya.

 

Namun kini semua mulai berubah, memasuki masa pandemi, kegemarannya berbelanja tanaman di Pasar Nongko harus tertahan demi kesehatan. Apalagi sejak diberlakukan PPKM darurat di awal Juli lalu, ia dituntut untuk kembali menahan diri dengan di rumah saja.

 

Untungnya sudah ada beberapa tanaman yang menemani dan mencerahkan harinya. Menanam dan merawat tanaman memang dapat bermanfaat sebagai terapi, jadi tak heran jika di masa pandemi ini makin banyak orang yang tertarik dan memilik bercocok tanam sebagai hobi barunya.


 

Bisnis Tanaman Hias Di Masa Pandemi

Di sisi lain, ada seorang rekan blogger yang memiliki usaha jual beli tanaman. Namanya adalah Mba Rina. Beliau memiliki sebuah toko online yang berawal dari hobi. Pada tahun 2017 mba Rina memberanikan diri untuk membuka toko online di instagram dan beberapa market place, jadi bisa dibilang beliau sudah cukup berpengalaman di bidang penjualan tanaman hias ini.


 


Beliau juga sempat mengikuti pameran Florikltura yang diadakan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dari pengalaman itu, mba Rina makin memahami bahwa market anggrek dan tanaman hias cukup potensial. Bisa dibilang mba Rina ini kreatif, salah satu alasan beliau membuat toko online adalah karena beliau tidak memiliki lapak seperti halnya penjual di pasar tanaman hias. Beliau hanya memanfaatkan teras rumah dan koleksi tanaman yang saat itu seadanya. Hmm…ngga kelihatan lho kalau kita mampir ke tokonya di @anggrek.hias.

 

Datangnya pandemi menjadi momentum luar biasa bagi bisnis tanaman hias Mba Rina, apalagi pangsa pasar dan harga bunga anggrek yang menjadi unggulan cenderung stabil. Apalagi jika tanaman hiasnya merupakan tanaman yang memang langka atau import, harga jualnya bisa tinggi. Contohnya tanaman Monstera varigata dan Monstera marmorata yang sempat hype tahun 2020 lalu yang harga per lembar daunnya bisa mencapai jutaan rupiah.


 

Tips Untuk Calon Pelaku Usaha Tanaman Hias Dari Mba Rina

Melihat prospek tanaman hias yang potensial teman-teman pecinta tanaman jadi merasa tergoda untuk mencoba membangun usahanya ngga sih? Nah, berikut ini adalah beberapa tips untuk calon pelaku usaha tanaman hias yang wajib kita tahu.

 

1. Perawatan

Agar tanaman dapat sampai ke tangan konsumen dalam kondisi sehat dan bebas hama.

2. Mengenali sifat tanaman

Dapat mempermudah kita dalam perawatan tanaman dan menyiasati saat packing untuk pengiriman keluar kota atau keluar pulau

3. Memanami syarat administrasi

Mempersiapkan surat karantina untuk tanaman yang akan dikirim ke luar pulau. Bisa diproses di Dinas Pertanian dengan biaya sekitar Rp20.000;

4. Memilih ekspedisi yang tepat

Pilih jasa ekspedisi yang sudah berpengalaman dan memiliki jaringan luas agar tanaman dapat sampai di tangan konsumen pada waktu yang tepat. Jika terlalu lama tanaman berpotensi rusak dan mati.

 


Yang tidak kalah penting, mba Rina menuturkan bahwa faktor utama bisnis online adalah berani memulai. Jika sudah yakin dan suka dengan bidang ini, tak pelu menunggu hingga memiliki toko atau banyak koleksi. Kita bisa memulai dengan mengunggah foto tanaman koleksi di taman rumah, atau di rekanan petani tanaman hias yang sudah terpercaya.



Rekomendasi Jasa Ekspedisi Terpercaya

Sebagai seorang penjual tanaman hias berpengalaman, Mba Rina merekomendasikan TIKI sebagai jasa ekspedisi untuk membantu usaha kita. Kenapa sih kok harus TIKI?


1. Sudah berpengalaman di jasa layanan antar paket sehat tahun 1970-an.

2. Jangkauan luas dengan 3700 agen yang sudah tersebar di 65 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Indonesia.

3. Memiliki aplikasi yang mempermudah pembeli dan penjual. Kita bisa melakukan cek tarif ongkir, layanan booking & jemput paket, serta tracking barang dengan mudah.

4. Ada layanan Same Day Service (SDS) untuk teman-teman penjual makanan.

 




Baru-baru ini TIKI memiliki layanan baru yaitu Seller Online Booking (Serlok) dan Jempol yang sangat membantu baik bagi penjual maupun pembeli. Aplikasi TIKI yang bisa diunduh di Playstore dan Applel Store juga sangat membantu proses transaksi.





Tips Dari TIKI Untuk Pembeli Ketika Berbelanja di Marketplace

Makin banyak penjual online maka makin banyak pilihan. Dan ini membuat kita harus ekstra berhati-hati sebelum melakukan transaksi. Nah, berikut ini adalah beberapa gila dari pak Rudi Cahyadi, Marketing Communication Manager si PT Citra Van Titipan Kilat (KIPI).


1. Cari tahu reputasi penjual

Apakah status tokonya aktif atau tidak dan berapa lama toko itu beroperasi.

2. Cek ulasan produk dari pembeli sebelumnya.

3. Jangan tergiur harga yang murah. Bandingkan harga produk yang sama dengan toko lainnya, pakan harga di toko tersebut wajar atau mencurigakan.

jika terlalu murah bisa jadi barang tidak original atau terindikasi penipuan.

4. Syarat dan ketentuan di toko tujuan. Dengan mencermatinya maka kita siap menerima apa yang telah diberikan penjual.

5. Pilih platform/marketplace yang menggunakan rekening perantara dari e-commerce. Jangan melakukan pembayaran langsung secara total kepada penjual, bisa DP.



Penutup

Masih ingat kan dengan sahabat saya di awal artikel ini? Setelah melihat uraian di atas apakah teman-teman bisa menebak apa yang akan sampaikan? Hehehe… Agar teman saya bisa kembali menekuni hobinya mengkoleksi tanaman, saya menyarankan untuknya membeli tanaman melalui marketplace. Apalagi TIKI sudah bekerjasama dengan  Tokopedia, Bukalapak, dan TokoTalk sehingga kita bisa bebas window shopping tanpa batas.


Namun perlu diingat bahwa untuk melakukan transaksi online kita wajib waspada. Pastikan memilih penjual dan kurir terpercaya.


Sudah siap belanja tanaman hias online hari ini?





Salam Hangat,

sapamama

 

48 Komentar

  1. Soal ulat mbak, aku pernah beberapa kali menemukan ulat-ulat hijau cantik memakan daun tanamanku. 1 pot berisi Aglonema, ada kurang lebih 3-4 lembar daun gundul sampai batangnya. Awalnya ga ngeh itu ulah ulat, lama-lama aku intai, eeeh ketemu, si ulat yang makan wkwk. Ga dibunuh sih, cuma aku pindahin ulatnya ke pohon belimbing. Makan dah tuh daun belimbing haha

    Aku belum pernah pesan online tanaman. soalnya dekat rumahku banyak penjual tanaman, tinggal datang aja. Tapi temanku sering di Jakarta sering order ke Bandung, dikirim pakai jasa kurir gini juga. Ternyata aman saja. AKu pikir kalau sampe rumah bakal layu gitu, ternyata enggak :D Keren ya order tanaman sekarang bisa mudah meski jauh, berkat jasa kurir macam TIKI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya ulatnya dipelihara aja mam, hihihi...

      Wah, beruntung banget tinggal di dekat para penjual tanaman. Pasti di sana sayur dan buah juga melimpah ya.

      Hapus
  2. tips dari TIKI bener juga mba, tapi kalau lihat rekomendasi dari reviewer kadang skrg banyak yang pakai cheating. Jadi memang kita harus jeli ya, Mba. Biar ga ketipu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget, pernih lihat suatu toko kalau dari thumbnail pembeli sudah ratusan, begitu cek review cuma ada segelintir, 10 orang ngga nyampe, hiks

      Hapus
  3. Bisnis tanaman hias emang lagi hapening akhir akhir ini ya mbak
    apalagi saat ini banyak orang yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja, jadi disalurkan dengan memelihara tanaman hias.
    dengan adanya TIKI ini bisnis tanaman hias jadi makin berkembang ya mbak
    sebab bisa mudah melakukan penjualan secara online

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah satu hikmah pandemi mba. orang beralih belanja online, ngga heran kalau jasa expedisi seperti TIKI makin berkembang.

      Hapus
  4. Salut untuk para pencinta tanaman hias dan semacamnya. AKu sih bukan tipe bertangan dingin menanam2 seperti itu, mbak. Cukup menjadi penikmatnya aja hehehe. Keren amat yach TIKI mempelopori jasa pengiriman sejak doeloe. Kirim paket ikan, tanaman, makanan dll juga patut diacungi jempol nih. Sekarang ada Mas TIKI yang jemput barang yang akan kita kirim. Ada Jempol, Serlok dll mantap pisan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mam, kini TIKI makin komplit, apalagi ada aplikasinya, semua makin mudah

      Hapus
  5. TIKI ini sudah lama banget ya beroperasinya. Saya ingat tahun 1990-an kalau pengiriman selain pos dan pengen lebih cepat, kebanyakan orang mengatakan "kirim pakai TIKI".

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mam, TIKI memang salah satu pelopor jasa ekspedisi Indonesia.

      Hapus
  6. aku tuuuh kalau liat tanaman bawaannya mau beli ajaa semua hahaha.. padahal suka sedih karena beberapa ada yang mati dan ngga bertahan lama. Memang jasa pengiriman yang bisa diandalkan tuh penting bangeet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, plant lovers juga ya...
      Betul mam, pilih jasa kurir yang baik agar konsumen puas dan repeat order

      Hapus
  7. Pastinya pake box ya untuk pengemasannya. Kalo beli online aku belum pernah sih. Biasanya kalo beli tanaman hias ada pasar khusus di hari Sabtu & Minggu di kotaku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di TIKI pakai box mam agar aman. Jangan lupa surat karantinanya biar sukses terkirim.

      Hapus
  8. Ga heran sih Tiki punya terobosan seperti ini, karena setau saya Tiki pioner ekspedisi swasta...paling tua kayanya :) jadi memang lebih jauh berpengalaman

    BalasHapus
  9. Wah ini sih masukan berharga buat sahabat mbak, karena gak sekedar kasih ide tapi lengkap beserta solusinya. Mudah2an menjadi inspirasi buat yang lainnya juga utk memulai ya

    BalasHapus
  10. Aku juga jadi berkebun dan menanam tanaman hias mba sejak pandemi. Beli juga rata2 online. Alhamdulillah tiki mantul ya ada aplikasi baru serlok nya. Aku mau download ah aplikasi tiki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gasskeun... Aplikasi TIKI bisa untuk android dan ios lho...

      Hapus
  11. wah belanja tanaman secara online sekarang semakin mantap ya mbak. dari pihak seller dan jasa kirim juga makin update banget, jadi mempermudah pembeli

    BalasHapus
  12. Kemudahan berbisnis zaman sekarang itu yaa...
    Banyak strategi bisnis online yang bisa dipelajari dan langsung diterapkan. Plus ada dukungan dari jasa pengiriman TIKI yang siap mengantarkan pesanan ke tempat tujuan dengan selamat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Antara seller, buyer, dan jasa ekspedisi jadi makin sinergi ya mam.

      Hapus
  13. Aku suka lihat tanaman, tapi ngga suka ngerawatnya.
    lebih demen piara kucing :D

    Tapiii ibu mertuaku demen bgt sih urban farming
    TIKI solusi jitu buat kita yaa
    semua hepiii!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan sih mam, bisa hemat uang belanja kalau sukses urban farmingnya

      Hapus
  14. Peluang bisnis yg menjanjikan ya mbak di masa pandemi. Bisnis tanaman hias didukung sama ekspedisi terpercaya

    BalasHapus
  15. iya ya mbak
    kalau ngirim tanaman harus hati2
    harus pakai ekspedisi yang terpercaya
    soalnya kalau salah naruh atau salah posisi aja bisa rusak tanamannya, bisa loyo

    btw headernya tjakep banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pernah kejadian begitu mam, beli bibit durian akhirnya RIP semua, hahaha

      Hapus
  16. bisnis tanaman hias sama seperti yang temen aku lakukan
    dan memang lagi rame sekarang ini

    BalasHapus
  17. Dari tulisan Mbak era ini saya pengin mencoba:

    1. Mengembang biakan ulat untuk edukasi anak-anak saya lo, mbak. Biasanya kalau ada ulat, yasudah biarin aja deh atau malah dibuang saja.

    2. Eeee lihat tas yang ada anggreknya kok cantik juga ya. Kemarin dapet tas kaya gitu tapi bingung mau diapain lo. Lihat gambar diatas, aku pengiiiin juga

    3. Dan baru tahu kalau TIKI ada pacakingnya untuk tanaman, jadi keamanan paket terjaga ya, mbak. Baru tahu juga jual online tanaman, haduuuuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mantab. Semoga bisa terealisasi ya...

      Betul, insya Allah aman pakai TIKI

      Hapus
  18. Saya juga berjualan online perlengkapan solat untuk anak dan dewasa. Selama ini konsumen saya juga lebih banyak yang meminta memakai jasa Tiki untuk antar paketnya. Selain harganya lebih murah, terpercaya, estimasi waktu kirim juga lebih cepat. Saya sendiri juga lebih suka pakai tiki kalau belanja online.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga usahanya semakin lancar ya mam.
      Bener banget, saya belum pernah nemu kejadian TIKI telat antar orderan. Selalu tepat waktu.

      Hapus
  19. kakakku juga sedang menrintis usaha tanaman online mbak. TIKI memang salah satu partner buat kirim-kirim keluar kota yang baik ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mam, mungkin karena agennya banyak ya, mudah ditemukan.

      Hapus
  20. bisnis online ini juga tergantung dari pilihan ekspedisi yg kita pilih ya mbak
    klo pakai TIKI, Pasti lancar dan berkembang bisnis online kita

    BalasHapus
  21. Kalau mau ditekuni, bisnis tanaman ini menjanjikan sekali yaa..
    Belajar merawat dan mengenali masing-masing karakteristik terutama anggrek yang cantik dan disukai banyak penyuka tanaman.

    TIKI membuat bisnis ini menjadi lancar dengan pelayanan maksimal yang disukai pelanggan maupun pembeli.

    BalasHapus
  22. Betul juga Mba. Bisnis tanaman hias lagi ngehits nih. Saat pandemi Kan orang banyak banget menghabiskan waktu diam di rumah, berkebun bisa jadi alternatif pilihan. Tiki ini outletnya banyak, cukup rekomended soalnya selama pengalama saya saat pengiriman engga pernah ada masalah.

    BalasHapus
  23. Jadi inget dulu aku kira tanaman hias nggak bisa dijual belikan secara online karena rentan banget rusak diperjalanan. Ternyata ada temen yang sering beli tanaman justru secara online. Salah satu kuncinya dengan memilih ekspedisi yang aman seperti Tiki ini ya.

    BalasHapus
  24. Waaah kepikiran sih mau bebisnis tanaman hias, tapi baru untuk wacana aja. Baca ini jadi terinspirasi. Makasih mba.

    BalasHapus
  25. Iyaah nih, aku dulu ngga pernah bayangin bisa kirim-kirim tanaman luar kota.. skrg semua apa yang ngga bisa dikirim. mudah, apalagi ada TIKI yang bisa diandalkan.

    BalasHapus
  26. Tanaman hias nggak ada matinya. Bidang ini bisa banget dijadikan bisnis saat pandemi begini. Dengan bantuan ekspedisi yang tepat bisnis tanaman hias pun jadi sangat terbantu.

    BalasHapus
  27. Ternyata bisa juga ya mba berkirim tanaman menggunakan jasa pengiriman gini. Wah mantap nih TIKI, memang terpercaya dari dulu yaaa

    BalasHapus
  28. Kirim tanaman bisa pakai TIKI ya, Mbak? Pasti packingnya harus hati-hati biar tetap aman dan segar selama di perjalanan. Tapi kalau TIKI sih bisa dijamin kualitas layanannya pasti bagus dan terpercaya.

    BalasHapus
  29. Tanaman hias sekarang sedang booming ya mbak, aku juga kadang pingin beli online tapi bingung pengirimannya takut rusak dan ternyata tiki ada layanannya yah

    BalasHapus