Review: Pengalaman Pertama Menggunakan Aplikasi Halodoc Saat Anak Sakit



Saat ini kita sudah memasuki fase second wave pandemi. Di masa seperti ini kita dituntut untuk lebih berhati-hati dalam menjalani segala aktivitas. Saya pribadi lebih memilih untuk tetap di rumah saja dan tidak pergi kemana-mana. Untungnya anak saya juga tidak rewel. Karena kami hidup di desa, jadi kami masih bisa menjelajah ke sawah dan kebun untuk mengatasi rasa bosan.

 

Saat beraktivitas di luar ruangan biasanya saya dan anak saya lebih memilih bersepeda atau berjalan kaki. Paling asyik jika dilakukan pagi hari sebelum pukul 09.00 dan sore hari setelah pukul 16.00. Lumayan kan, bisa menjadi sarana olah raga untuk meningkatkan imunitas dan sebagai pengisi waktu agar tidak bosan selama di rumah saja.

 

Membutuhkan bantuan dokter namun tetap di rumah saja

Pada suatu hari saya melihat anak saya menggaruk beberapa bagian tubuhnya. Sepertinya kulit anak saya digigit serangga sehingga mengakibatkan gatal. Saya lihat kulitnya berwarna kemerahan, akhirnya saya mengoleskan bentol tersebut menggunakan krim kulit andalan saya.

 

Dua hari berlalu dan ternyata kondisi kulit anak tidak membaik. Titik gatal bertambah, ada yang bengkak kemerahan dan tampak memiliki kantung nanah yang seperti hampir pecah. Malamnya anak saya tidur gelisah. Keesokan harinya kulita anak saya makin bengkak dan ia mengeluh gatal serta sakit.

 

Saat itu saya dan suami sempat berpikir untuk membawa anak saya ke klinik dokter kulit langganan. Namun akhirnya kami urungkan karena kondisi pandemi ini.

 

Tiba-tiba saya teringat para mama di grup Playdate Soloraya yang kerap menyarankan penggunaan aplikasi Halodoc jika ada yang membutuhkan bantuan dokter namun tidak berani keluar rumah. Saya pun segera mengistal aplikasi Halodoc melalui playstore. Ternyata ngga terlalu berat, hanya 14MB saja. Namun, aplikasi ini membutuhkan keakuratan lokasi, jadi sebaiknya teman mama menyalakan fitur maps di handphone.




Memilih dokter di belantara dokter berkualitas

Navigasi aplikasi ini cukup mudah. Jadi, dalam sekali tekan saya sudah bilang langsung menemukan dokter spesialis yang saya cari. Karena anak saya bermasalah dengan kulitnya, jadi saya mencari dokter kulit. Ternyata ada banyak banget moms… Untuk melihat aktif tidaknya dokter ada tombol berwarna merah dengan tulisan chat. Kalau dokternya sedang tidak ready maka ada tanda bertuliskan buat janji temu.

 

Karena saya ingin segera menemukan jawaban kegalauan, saya mencari dokter yang ada di barisan paling atas dan sedang aktif. Saya memilih dr. Anthony Surya Wibawa Darmawan Sp.Kk. Saat itu clueless banget mau memilih siapa. Untungnya profil yang ditampilkan lengkap banget, jadi teman mama bisa melihat secara detail sudah berpengalaman berapa dokter tersebut praktek dan melihat di mana saja beliau menjalankan praktek. Dilengkapi dengan nomor ijin prakteknya juga lho... Jadi makin yakin!



Biayanya ternyata cukup terjangkau. Untuk satu kali sesi konsultasi dihargai 50 ribu dan ada diskon sehingga saya hanya perlu membayar sebesar 30 ribu saja.

 

Melalui kolom chat saya langsung mengatakan keluhan dan menyertakan foto. Dokter menanyakan gejala apa saja yang saat itu dirasakan. Untungnya anak saya sudah bisa berkomunikasi sehingga sudah bisa menyampaikan keluhannya pada saya dan saya tinggal menuliskannya. Dari proses itu dr. Anthony menarik kesimpulan bahwa gatal yang diderita anak saya adalah Foliculitis yang merupakan suatu alergi yang disebabkan oleh serangga.

 


Kemudian dokter memberikan resep berupa syrup kering Cefixime yang harus diminum 2x sehari selama 7 hari dan mengoleskan krim Fusycom setiap pagi dan malam. Ini pengalaman saya dengan syrup kering. Ternyata walau kemasannya botol, tapi di dalam botol isinya berupa bubuk. Untuk dapat digunakan, bubuk obat tersebut harus diseduh dulu dengan air matang.

 

Bagi yang tinggal diperkotaan pembelian resep makin mudah karena dapat dibeli melalui aplikasi. Namun karena saya ada di pinggiran, jadi resep saya tebus di apotek terdekat. Hemat ongkos kirim, hehehe…

 

Proses Penyembuhan Yang Lancar dan Terkendali

Mungkin karena memahami  rasa sakit dan tidak nyaman, anak saya jadi lebih kooperatif dalam meminum obat yang diresepkan dokter. Selama 7 hari berturut-turut anak saya rutin meminum obatnya setiap pagi dan malam. Setelah saya cicipi ternyata obatnya pahit banget. Saya salut pada anak saya yang belum genap 5 tahun tapi sudah mampu mengalahkan rasa takut dengan meminum obatnya sesuai anjuran dokter. Padahal, minum obat hanya ditemani air putih.

  


Pada hari ketujuh gatal anak saya sudah mengering dan mulai mengelupas. Seharusnya sih saya dijadwalkan untuk konsultasi lagi pada hari kedelapan. Namun mengingat progres anak saya sudah baik, saya urungkan niat untuk konsultasi. Lumayan 30 ribu bisa untuk belanja, hehehe…

 

Biaya Konsultasi Halodoc Tercover Asuransi

Sebetulnya, jika memiliki asuransi, teman mama bisa menghubungkannya dengan akun Halodoc lho… Hingga bulan Mei 2020 Halodoc telah bekerjasama 16 perusahaan asuransi yaitu:

Allianz, FWD, Prudential, Medicillin, AXA Mandiri, AXA Mandiri Corporate Solution, Cigna, BRI Life, ABDA, Avrist, Asuransi Syariah Keluarga Indonesia, Hanwha, ASURANSI UMUM MEGA, Mandiri AXA General Insurance, AXA Financial Indonesia, dan BCA Life.

 

Kebetulan untuk dokter spesialis biayanya tidak tercover asuransi yang kami gunakan sehingga kami harus membayar biaya konsiltasi dengan menggunakan dana pribadi.

 


Untuk dapat mengkoneksikan asuransi dengan akun Halodoc ternyata cukup mudah lho. Teman mama bisa masuk ke profil, lalu memilih opsi hubungkan asuransi. Setelah itu teman mama dapat memilih asuransi yang digunakan dan mengisi informasi polis asuransi. DONE!

 

Voila, hanya dengan langkah sederhana teman mama bisa mendapatkan fasilitas konsultasi gratis dan mendapatkan layanan obat gratis sesuai jenis asuransi yang dimiliki.

 


Apakah saya merekomendasikan aplikasi Halodoc? ABSOLUTELY

Salah satu langkah untuk menjaga kesehatan di masa pandemi adalah mematuhi protokol kesehatan, tetap di rumah saja dan menjauhi kerumunan. Dengan menggunakan aplikasi Halodoc ini teman mama tidak hanya mendapat pelayanan dari tenaga medis yang mumpuni, namun juga dapat memaksimalkan usaha untuk mengontrol penyebaran Covid-19.

 

Teman mama punya pengalaman menggunakan aplikasi Halodoc? Boleh share di kolom komen ya....

 

 

Salam Hangat,

sapamama

 

 

Posting Komentar

2 Komentar