Kamis, 17 Oktober 2019

Sejak kecil saya terobsesi dengan perpustakaan. Perpustakaan pertama yang saya kenal adalah perpustakaan sekolah ketika saya sekolah dasar (SD). SD saya ada di desa, jadi sistem perpustakaannya belum maju. Seingat saya bukunya bebas keluar-masuk, tidak ada penjaga dan buku diletakkan dengan posisi yang semrawut (atau anak-anak yang membuatnya semrawut? Hehehe..). Perpustakaan juga jarang di buka, jadi kami tidak bisa mengaksesnya dengan bebas. Namanya juga perpustakaan tahun 90-an, di SD Negeri pelosok pula, hehe.... Buku yang paling saya ingat adalah buku The Mask of Zorro dan buku tentang warna. Dalam buku warna ada eksperimen sederhana mencampurkan warna-warna dari warna primer menjadi warna sekunder. Rasanya menarik sekali saat mempraktekkan eksperimen.

Di masa Sekolah Menengah Pertama (SMP) perpustakaan sekolah sudah jauh lebih bagus dari perpustakaan SD. Ada librarian yang sigap membantu. Kami juga bisa membawa pulang koleksi buku untuk di baca di rumah. Saat itu buku favorit saya adalah buku mitologi Yunani. Tahu kan.... Cerita tentang dewa dan dewi yang hidup di Gunung Olympus. Saat membacanya, seketika imajinasi saya tenggelam dalam buku. Athena sang Dewi Keadilan adalah tokoh favorit saya saat itu. Kenapa saya bisa tertarik dengan mitologi Yunani? Mungkin karena saat itu di layar kaca sering di putar serial petualangan Hercules, Xena, ataupun Sinbad.

Memasuki masa Sekolah Menengah Atas (SMA) saya lebih tertarik dengan buku bahasa. Impian saya saat itu adalah masuk ke jurusan Hubungan Internasional (HI) dan selanjutnya menjadi diplomat! Sampai sekarang saya suka tersenyum simpul saat mengingatnya. Sayangnya saat itu saya tidak memiliki semangat kuat untuk mengejar mimpi. Ketika penjurusan, saya masuk ke Jurusan IPA, selanjutnya, ketika kuliah pun saya masuk ke Jurusan Teknik, hahaha.... Sebetulnya banyak jalan menuju impian ya.... The problem is.... Memang hanya kurang kekeuh mengejar mimpi saja.

Nah, saat kuliah perpustakaannya jauh lebih besar dan maju. Ada 4 lantai perpustakaan dan saya paling suka menghabiskan waktu di lantai 4. Tepatnya di sisi kiri pintu utama. Saya suka membaca di sana sambil memandang pemandangan di bawah. Taman yang ditanami banyak pohon ketapang dan gedung jurusan saya terlihat jelas dari sisi itu. Koleksi yang saya baca? Saya suka membaca buku arsitektur import. Sok banget ya, haha.... Sok paham saja padahal hanya suka melihat gambarnya sambil membayangkan berada di lokasi yang ada di dalam buku. Favorit saya adalah membayang rumah peristirahatan dalam kondisi halamannya dipenuhi daun pohon maple yang berguguran. Khas musim gugur.

Setelah menjadi ibu saya juga masih terobsesi dengan perpustakaan. Kini tujuan utama saya ingin memperkenalkan anak dengan perpustakaan dan mengajak anak mencintai budaya membaca. Membaca sangat menyenangkan. Membaca tak melulu textbook yang membosankan. Membaca itu mengajak jiwa dan imajinasi kita berkelana. Kita bisa saja duduk di lantai perpustakaan yang ada si kota Solo, namun isi pikiran kita bisa saja di Tokyo, Paris, menelisik misteri Stonehenge, menjelajah ke suku Inca atau berimajinasi di dunia khayalan.

Saya menyukai kebebasan berpikir. Karena saya sendiri memiliki banyak mental block yang menghambat. Dan ternyata, yang namanya mental block itu tidak main-main. Banyak kesempatan baik melayang karena tembok besar dalam kepala kita. Kebebasan berpikir bukan berarti berpikir tentang hubungan seksual di luar ikatan pernikahan, kebebasan berpikir adalah pada bagaimana kita memperkuat daya nalar dan daya pikir sehingga otak kita aktif dan dapat melahirkan banyak ide dan inovasi yang berguna bagi kehidupan.

Baik.

Kembali ke perpustakaan.

Tak mudah bagi saya mendapatkan perpustakaan ideal. Status saya warga Karanganyar mepet Solo. Mau ke perpustakaan Solo tapi tidak diperkenankan menjadi anggota perpustakaan karena tidak memiliki KTP Solo, mau ke perpustakaan Karangnyar tapi jaraknya jauh sekali. Maka selama beberapa saat, tepatnya hampir satu tahun saya hanya bolak-balik ke perpustakaan kota Solo untuk sekedar membaca buku dengan anak.

Pada suatu saat saya melihat unggahan teman saya di media sosial. Beliau adalah praktisi sekolah rumah (homeschooler). Untuk mendapatkan buku bacaan berkualitas bagi anak-anaknya, teman saya meminjam buku di Perpustakaan Ganesa.


  • Perpustakaan Ganesa? Duh, saya baru dengar.
Perpustakaan ini beralamatkan di Jl. Raya Songgo Langit No.30, Kec. Baki, Kab. Sukoharjo. Perpustakaan Ganesa buka hari Selasa-Sabtu pukul 09.00-17.00 WIB dan hari Minggu pukul 12.00-17.00 WIB. Perpustakaan libur pada hari Senin dan hari libur nasional. Cara pendaftaran anggotanya sangat mudah. Cukup membawa KTP dan mengisi formulir kita sudah bisa menjadi anggota perpustakaan Ganesa. Dalam prosesnya juga dibutuhkan pas foto kita, namun tak perlu kawatir. Foto dilakukan di sana menggunakan kamera milik perpustakaan. Jika kita kehilangan kartu anggota sebaiknya segera melapor sehingga dapat dibuatkan kartu anggota baru. Kita hanya perlu membayar biaya cetak sebesar Rp 2.000;.




  • Sejarah Perpustakaan Ganesa
Perpustakaan Ganesa didirikan pada bulan Februari 2011. Perpustakaan ini merupakan hasil kerjasama suami istri dari Amerika Serikat, yaitu Michael Mrowka-Debra Lunn dengan pengusaha batik Pria Tampan dari Laweyan, Haji Nurudin. Gedung disediakan oleh pak Haji Nurudin dan buku serta managemen dihandle oleh Miachael-Debra. Perpustakaan ini awalnya merupakan merupakan fasilitas yang diberikan untuk karyawan pak Haji Nurudin, namun akhirnya berkembang dan meluas melayani masyarakat Soloraya. Masyarakat dapat meminjam segala buku yang dibutuhkan dengan gratis, yang perlu kita lakukan adalah menjaga buku agar tidak rusak. Jangan mencoret-coret ataupun menyobek halaman bukunya, karena buku pantas kita hormati.


  • Apa saja fasilitas Perpustakaan Ganesa?
Walaupun menjadi anggota perpustakaan Ganesa gratis, namun ada banyak fasilitas yang akan kita peroleh di perpustakaan Ganesa, diantaranya :
1. Parkir yang luas dan teduh.
Karena dahulu digunakan sebagai bengkel cuci mobil, parkiran perpustakaan Ganesa cukup luas. Sepeda motor dapat berlindung dari panas dan hujan, juga dapat bermanuver dengan nyaman jika akan keluar masuk area parkir.

2. Berbagai buku berkualitas baik lokal maupun import.
Sejak mengenal perpustakaan Ganesha, saya tidak lagi berhasrat membeli buku BBW (Big Bad Wolf). Karena di sini saya bisa memperoleh buku anak ataupun ensiklopedia import untuk anak saya. Kalau bisa pinjam, kenapa beli?

3. Kids Corner
Ruang baca untuk anak-anak dan dewasa di pisahkan. Untuk anak ada di sisi kiri pintu masuk, untuk dewasa di sisi kanan. Di ruang anak terdapat kids corner yang dilengkapi mainan edukasi seperti mainan kayu dan lego duplo. Anak saya bisa betah berjam-jam memainkan mainan-mainan tersebut. Terutama legonya, maklum, di rumah tidak ada mainan anak sultan seperti ini, hihihi...



4. Ruangan yang nyaman
Sejuknya AC merata di seluruh ruangan. Begitu juga dengan karpet tebal yang membentang di seluruh area perpustakaan. Terdapat pula meja pendek untuk membaca, lengkap dengan bantal besar sebagai pendamping yang membuat membaca makin nyaman dan menyenangkan.


5. Free wi-fi, unit komputer, satu set home theater, dan bahkan timbangan!
Ada wi-fi yang dapat digunakan untuk berselancar, namun gunakan dengan bijaksana ya. Dilarang mengunduh melalui saluran wi-fi karena dapat mengganggu aktivitas pengguna lain. Televisi layar lebar dan home theater digunakan untuk menyaksikan tayangan di saluran edukasi seperti National Geographic. Bisa juga digunakan untuk acara nonton bareng komunitas. Jika komunitas mommies ingin mengadakan nonton bareng bisa mengajukan surat ke perpustakaan Ganesa dan acara tersebut tidak dipungut biaya. Bagi yang ingin memeriksa berat badan tapi tidak punya timbangan di rumah, nanti bisa lho menimbang berat di sana, hehehe.... Ada timbangan digita yang insya Allah masih berfungsi baik.


6. Story telling
Setiap hari Sabtu pukul 14.00 WIB staff perpustakaan Ganesa mengadakan story telling/mendongeng untuk anak-anak di ruang baca anak. Acara ini gratis dan bisa dinikmati semua anak.


7. Bisa request buku.
Sedang mencari buku namun belum tersedia di perpustakaan Ganesa? Tenang... Di pintu masuk ruang baca dewasa ada formulir yang bisa kita isi. Kita tinggal menuliskan buku yang kita inginkan, siapa tahu perpustakaan Ganesa bisa mewujudkannya dalam waktu dekat.

8. Kamar mandi
Terdapat fasilitas kamar mandi yang berada di lantai dasar. Di dekat parkiran ataupun di bawah tangga. Walau kamar mandinya kecil tapi cukup bersih.

9. Staff yang helpfull
Walaupun segala fasilitas yang ada di perpustakaan Ganesa ini gratis, namun perpustakaan dikelola dengan profesional. Jika kita memerlukan bantuan, jangan ragu untuk bertanya dan meminta tolong ya. Jika ada pertanyaan kita juga bisa bertanya, staff di perpustakaan Ganesa akan siap sedia memberikan jawaban atas pertanyaan kita.


  • Apa Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Perpustakaan Ganesa?

Suatu hubungan akan berjalan baik jika ada timbal balik positif bagi kedua belah pihak. Oleh karena itu kita bisa melakukan beberapa hal berikut ini sebagai bentuk penghargaan kita terhadap perpustakaan Ganesa:
1. Menaati peraturan
Dengan menaati peraturan, kita akan mempermudah kinerja staff di perpustakaan Ganesa dan tentu akan membuat kita makin nyaman di sana.

2. Ikut merawat buku-buku
Rawatlah buku yang kita pinjam. Dengan merawat buku, menjaganya tetap dalam kondisi baik maka akan memperpanjang usia buku. Dengan usia buku yang panjang, maka makin bermanfaatlah buku itu bagi banyak orang. Kita juga bisa mengajarkan anak kita untuk menghormati buku. Buku adalah sumber ilmu yang layak kita hormati. Kalau saya pribadi moms, jika ada sampul buku yang mulai lepas dan ada halaman yang sobek, saya akan mencoba memperbaiki dengan menselotip bagian yang rusak. Ajak anak untuk melakukan hal itu ya, itu adalah salah satu bukti sikap positif yang akan melekat pada anak.

3.  Donasikan bukumu
Merasa rumah kita terlalu banyak buku namun tak tersentuh? Atau buku masih bagus tapi sudah tidak kita perlukan? Cobalah untuk decluttering dan mendonasikan buku tersebut. Buku yang tak berguna bagi kita, bisa jadi adalah buku berharga bagi orang lain. Buku apapun boleh di donasikan asal kondisinya masih baik dan layak baca.

Demikian yang bisa saya bagikan untuk hari ini. Selamat membaca di perpustakaan.

Salam hangat,
sapamama





Previous Post
Next Post

post written by:

Sapamama merupakan sebuah blog pribadi yang hadir untuk berbagi energi positif bagi wanita Indonesia. Hubungi kami di email: erasoloraya@gmail.com

0 komentar: