Rabu, 31 Juli 2019

Langkah Mudah Ecoprint, Pengisi Waktu Bersama Anak Untuk Mengasah Kreativitas Tanpa Batas

Pernahkan anda mendengar tentang Ecoprint?

Diansir dari BoboEcoprint adalah teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami. Bahan alami yang dimaksud di sini adalah dedaunan dan bunga. Bahan yang bisa dengan mudah didapatkan di mana saja.

Keunggulan ecoprint ini adalah tiap kain yang dihasilkan unik sehingga menghasilkan karya yang tak ada duanya. Kita juga bisa memadukan teknik ini dengan teknik pewarnaan alam lain. Misalnya, kita warnai dulu kainnya dengan warna alam, lalu kita cetak ecoprint  agar kain yang dihasilkan makin menarik.

Beberapa bulan yang lalu merupakan kali pertama saya mendengar istilah ecoprint ini. Tepatnya ketika salah satu mall di kota Solo menggelar workshop Ecoprint. Saat itu investasi yang ditawarkan sebesar Rp 100.000;, lumayan ya. Dengan nominal itu kita bisa memperoleh ilmu baru yang memiliki prospek bisnis.

Namun sayangnya saat itu saya memiliki agenda aktivitas lain sehingga saya tidak dapat ikut berpartisipasi dalam workshop. Memang dasarnya saya menyukai konsep 'hijau' sehingga saya tetap ingin belajar tentang ecoprint walau di luar workshop. Namun karena berbagai kesibukan dan prioritas hidup yang harus didahulukan, saya sempat melupakan perihal ecoprint ini.

Suatu hari saya melihat status whatsapp salah seorang teman sekaligus wirausahawati yang sedang menggeluti bidang warna alam ini. Hal itu membuat saya kembali bersemangat untuk belajar tentang ecoprint. Satu yang menjadi alasan terbesar saya. Saya ingin melakukan aktivitas ini bersama anak saya. Sebagai pengisi waktu luangnya dan memberikan pengalaman baginya.

Dengan modal video youtube dari paket internet unlimited saya, saya mulai mencari tutorial pembuatan ecoprint. Setelah melihatnya seketika saya membatin, "ah, ternyata seperti itu...". Ya, ternyata mempraktikkan teknik ecoprint ini tidak serumit yang saya kira. Dalam sekali mencona saya bisa berhasil mengaplikasikannya. Karena saat itu hanya ada kain putih berupa hijab paris yang lama tak dipakai. Sayapun mencoba meng-upgrade hijab ini agar menjadi unik dan lebih menarik.

Baiklah, berikut ini adalah langkah-langkah mudah ecoprint :
Alat dan Bahan :
1. Kain serat alam
2. Palu/botol kaca/alat yang bisa digunakan untuk memukul. Lebih baik jika bidangnya lebar
3. Plastik bening yang lebar (bisa beli meteran)
4. Daun-daun pilihan yang memiliki serat
5. Tawas secukupnya (untuk mencuci kain)
6. Tali untuk mengikat kain
7. Dandang untuk mengukus kain

Langkah-langkah Ecoprint :
1. Cuci kain menggunakan tawas lalu jemur hingga kering


2. Bentangkan kain di tempat yang rata, lalu letakkan dedaunan di atas kain. 
Daun-daunan bisa diletakkan menyebar di seluruh permukaan kain. Agar hemat waktu, bentangkan juga kain lain di atas daun yang sudah ditata rapi. Dengan melakukan ini, kita dapat menghasilkan dua lembar kain dengan sekali kerja. Teknik ini disebut mirroring. 



Karena saya hanya memiliki selembar kain, maka kain saya lipat menjadi dua. Daun berada diantara lipatan kain.

3. Letakkan plastik diatas kain yang sudah diisi daun.



4. Pukul-pukul kain menggunakan palu/botol/alat pukul lain sesuai posisi daun. Lakukan hingga warna keluar dan secara menyeluruh. Semakin seratnya terlihat, maka hasilnya akan semakin baik.



5. Jika semua daun sudah dipukul, gulung kain dan ikat menggunakan tali.



6. Masukkan kain yang telah digulung kedalam dandang yang airnya sudah mendidih. Tutup dan diamkan selama 15-20 menit.
Jika tutup dandang tidak dilapisi kain, maka kain ecoprint akan sangat basah. Namun jika tutup dandang dilapisi kain, maka kain ecoprint hanya lembab.

7. Jika sudah selesai dikukus, kita buka ikatan tali, lalu bersihkan daun-daun yang ada diatas kain.



8. Setelah bersih dari daun, lalu cuci kembali kain tersebut menggunakan air tawas.



9. Jemur hingga kering dan kain siap digunakan.


NOTES:
Daun yang saya gunakan di kain hijab paris ini adalah daun jati dan hasilnya bagus, Serat dan warnanya sangat kuat.
Lalu hari ini (31 Juli 2019), saya menggunakan beberapa jenis daun, yaitu daun jati, singkong, pepaya, jambu biji, bunga dan daun bunga telang, daun bunga pagi sore, dan ada beberapa dari rumput liar yang bentuknya cukup menarik (heart shape).



Berikut ini adalah hasil pengamatan saya :
  • Daun Jati : Pilih yang daunnya segar dan hijau cerah, jika daunnya sudah tidak segar atau agak kering pigmen warna dan serat sulit untuk keluar.
  • Daun Singkong : Pilih yang daunnya sudah tua dan masih segar. Pigmen warna daun singkong muda tidak terlalu kuat dan kandungan airnya sedikit.
  • Daun Bunga Telang : Pilih daun tua dan segar, walau mungil tapi seratnya bisa nampak.
  • Daun Pepaya : Tidak direkomendasikan. Walau nampak memiliki serat yang banyak dan indah tapi daunnya memiliki kandungan air yang banyak sehingga warnanya pudar.
  • Daun Jambu Biji : Tidak direkomendasikan. Walau seratnya nampak tapi kandungan airnya sedikit, pigmen warnanya sedikit.
  • Daun Bunga Pagi Sore : Tidak direkomendasikan. Pigmen warnanya bagus tapi seratnya tidak nampak.

Dari berbagai jenis daun ini, akhirnya saya dapat mengambil beberapa kesimpulan bahwa daun yang baik untuk ecoprint adalah :
- Daun yang memiliki serat kuat
- Daun yang segar (baru dipetik)
- Daun yang tidak terlalu banyak mengandung air

Dari serangkaian proses ini, dimanakah anak balita kita bisa diikutsertakan?
1. Saat mencari dedaunan dan bunga
2. Saat menata daun
3. Memukul-mukul daun menggunakan alat
4. Mencuci dan menjemur

Wah, ternyata ada banyak yang bisa kita lakukan bersama si kecil ya....
Bagaimana? Tertarik untuk mencobanya?


Salam Hangat, 
sapamama
Previous Post
Next Post

post written by:

Sapamama merupakan sebuah blog pribadi yang hadir untuk berbagi energi positif bagi wanita Indonesia. Hubungi kami di email: erasoloraya@gmail.com

0 komentar: