Kala pandemi melanda di awal tahun 2020, semua sistem berubah. Dari tatap muka secara langsung menjadi sistem tatap muka melalui media online. Semua acara seminar atau workshop yang biasanya digelar di hotel ataupun co-working space berubah haluan menjadi seminar dan workshop melalui zoom, google meet, whatsapp, instagram live, youtube live, dan lain-lain.

Sejak tahun 2019 saya sering mengikuti pelatihan secara online melalui media zoom. Jadi proses transisi ini tidak terlalu rumit dan bisa berjalan smooth. Dari pengalaman yang saya rasakan selama ini, berikut ini adalah beberapa media belajar online yang nyaman digunakan beserta kekurangan dan kelebihannya:

Whatssapp

(+) Fleksibel. Belajar melalui media whatsaap tidak menuntut kita untuk standby selama kelas berlangsung. Karena menggunakan pesan tertulis dan tersimpan di dalam memori smartphone kita, maka kita bisa mengakses materi dan diskusi kapan saja. Selain itu kita tidak perlu memperlihatkan wajah kita selama kelas. Jadi ngga perlu sibuk mencari background dan touch up, hehehe...

(-) Kelas whatsapp kerap terlupakan. Kadang chat sudah tertimbun hingga ratusan, bahkan ribuan bikin jiper dan enggan membuka kelas tersebut.

Oleh karena itu, jika ingin menggunakan media whatsapp, pilihlah kelas yang benar-benar kamu inginkan. Agar selalu semangat untuk menyimak materi, mengikuti diskusi, dan juga praktek. Kan niat utamanya upsklill, jangan justru jadi clutter baru di handphone.

Zoom

(+) Aplikasi ini bisa digunakan bahkan dengan versi gratis. Walau hanya 45 menit, lumayan kok. jika digunakan untuk ilah raga bareng. Saya sendiri pernah menggunakannya untuk workout online, and it's work! Aplikasi ini mempermudah kita jika berperan sebagai host. Apalagi sebagai peserta. Praktis tanpa memerlukan sign in akun. Jadi kita tidak harus ribet bikin akun udah bisa bebas belajar apa saja. Kita juga bisa menggunakan customize background untuk mempercantik tampilan kita.

(-) Kalau memerlukan meeting dengan durasi lama kita harus mendaftar zoom pro. Banyak peserta yang kerap mematikan kamera mereka, salah satunya karena tidak memiliki background yang dianggap layak untuk ditampilkan.

Kita bisa langganan secara bulanan, jadi registrasi sesuai kebutuhan kita saja. Jika meeting tersebut penting, jangan lupa nyalakan record ya...

Instagram Live

(+) Ringkas dan fleksibel. Sebagai peserta, kita cukup menyimak saja. Bisa melakukan diskusi interaktif di kolom chat. Jika menghendaki, kita bisa menyimpan hasil instagram live ke dalam bentuk IGTV sehingga siapapun bisa mengaksesnya.

(-) Posisi narasumber di baris bawah kerap terganggu oleh komentar yang masuk. Tidak masuk kategori paket internet yang didukung pemerintah.

Untuk tampilan aesthetic, sebaiknya narasumber yang melakukan IG Live dan mengundang penyelenggara. Kta juga harus menyiapkan kuota yang mumpuni agar lancar.

Youtube Live

(+) Siapapun bisa mengakses youtube karena merupakan salah satu aplikasi favorit yang banyak digunakan. Peserta bisa langsung menyaksikan dan melakukan diskusi interaktif melalui kolom chat. Data juga bisa langsung diunggah dan dinikmati oleh teman-teman yang tidak bisa mengikuti youtube live.
(-) Perlu dikoneksikan ke aplokasi zoom atau streamyard untuk memperoleh tambilan presentasi yang baik.

Penyelenggara perlu memiliki tim IT yang mumpuni untuk kelancaran acara.


Persiapan Untuk Youtube Live


Pada artikel Tetap Berdaya Walau Di Rumah Saja saya sempat bercerita tentang bagaimana saya lebih menyukai kelas online melalui  aplikasi pesan seperti whatsapp dibandingkan aplikasi video. Namun, hidup terus berkembang sehingga selalu menawarkan pengalaman baru bagi kita.

Awal bulan Januari 2021 saya mendapatkan ajakan kolaborasi instagram live dengan tema Komunikasi Efektif Dengan Pasangan. Ternyata persiapannya cukup sederhana dan alhamdulillah semua bisa berjalan lancar. Kemudian, awal minggu lalu saya diajak oleh teman saya untuk mengisi webinar sekolahnya pada hari Sabtu, 23 Januari 2020. Awalnya saya ragu. Bisa ngga? Sudah pantas atau belum sih? Pada akhirnya bondo nekat aja.

Dari kelas public speaking yang pernah saya ikuti, narasumber menyampaikan bahwa untuk bisa tampil dengan baik ketika harus berbicara di depan umum adalah harus menguasai materi dengan baik. Jika kita sudah menguasai dan memahami, maka tidak perlu ada yang dikhawatirkan lagi.

Maka saya melakukan sejumlah persiapan, diantaranya:

Materi

Menyiapkan berusaha untuk membuat materi yang mudah dipahami oleh orang awam. Awalnya saya menggunakan format PDF untuk presentasi, ternyata tim IT menghendaki format power point, maka, saya rubah file PDF menjadi PPT. Saya gunakan canva web untuk membuat presentasi. Hail Canva! Dengan canva, saya bisa membuat tampilan yang cantik dan halal walau gratisan, hehehe... Sayangnya file canva dalam format PPT hancur berantakan. Ada clipart yang hilang dan fonts-nya kacau karena jenis tersebut tidak terdapat di laptop saya. Untungnya ada teknologi snipping tool yang membantu saya sehingga slide aestethic (bagi saya, hehe) bisa tercipta. 

Pendalaman Materi

Setelah materi tersusun, saya melakukan pendalaman materi sekaligus untuk melihat, bagian mana sih yang harus dipertahakan, dan bagian yang mana yang harus dihilangkan. Agar jelas terbaca, saya usahakan tiap slide tidak terlalu penuh dengan tulisan, jadi peserta bisa fokus kepada apa yang saya sampaikan dan menuliskannya. Karena saya yakin, yang kita tulis akan lebih merasuk dalam ingatan dibanding yang hanya dilihat atau didengar.

Persiapan Teknis

Ini adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk acara online. Kondisi laptop harus prima dan sinyal harus stabil agar acara dapat berjalan baik. Paket data juga harus dipastikan dalam kondisi yang penuh, jangan sampai di tengah jalan paket data habis. Pada hari Jum'at kami melakukan gladi bersih dan alhamdulillah berjalan lancar. Di kesempatan ini saya mengenal stream yard sebagai salah satu pilihan untuk terkoneksi dengan youtube live. Jika memiliki green screen di rumah, kita bisa menggunakan background yang terdapat di dalamnya, jadi visual kita juga nampak baik dan profesional.

Support System

Siapa lagi kalau bukan suami dan anak. Anak harus saya kondisikan agar tidak mengganggu. Jadi, saya bersepakat dengan suami, bahwa suami saya harus mendampingin si kecil agar tetap sibuk dan merasa nyaman walau ibunya sedang tidak berada di dekatnya. (kayak mau ke mana, padahal cuma ke taman aja, hehehe...)


The Day

Manusia hanya bisa merencanakan dan berusaha, hasil akhirnya diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saat gladi bersih semua bisa berjalan baik, namun ternyata ada banyak kejutan di hari H. Kebetulan para pegawai di rumah sedang aktif-aktifnya bund, jadi di lokasi rencana awal tidak bisa dipakai. Selain karena suara karyawan, ternyata muncul echo yang sangat mengganggu. Mau di kamar tidak memungkinkan. Akhirnya saya mlipir ke taman belakang. Ndilalah tetangga saya (masih saudara) menyalakan soundsystem seperti orang hajatan.

Akhirnya saya harus menemui tetangga saya dan minta tolong musiknya dimatikan dulu sampai satu jam kedepan. Alhamdulillah tetangga saya kooperatif.

Mondar-mandir ke sana kemari ternyata lumayan bikin keringetan. Agak panik tapi mencoba untuk bisa mengontrol perasaan.

Justru saya khawatir dengan teman-teman di studio yang sedang menunggu saya. Walau harus terlambat hampir 10 menut alhamdulillah setelahnya semua bisa berjalan dengan lanca dan terkendali.

Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih pada keluarga besar Lazuardi Kamila GCS yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi narasumber dalam webinarnya. Ini adalah suatu pengalaman pertama yang berharga. Semoga kita dapat bekerjasama lagi dalam kesempatan yang lain.

Jika teman-teman ingin mengintip aksi saya (#tsah), silahkan mampir ke tautan Yuk, Kenalan Dengan Art Theraphy


Teman-teman punya pengalaman seru saat tampil live? Boleh lho sharing pengalaman dan tipsnya di kolom komentar.



Salam Hangat
sapamama




60 Komentar

  1. menggunakan platform untuk Live memang sebenarnya relatif mudah ya. Hanya soal teknis aja bagaimana mengunakannya. Yang susah itu persiapan hihi baik materi, penampilan maupun komunikasi. Hal ini seiring waktu kalau sering maka akan semakin lancar ya kan mba.. Semangat untuk live nya yaa!

    BalasHapus
  2. Berhubung saya sudah terbiasa public speaking, jadi saat live tinggal menyesuaikan teknis saja. Tapi kadang juga suka merasa 'aneh' serasa ngobrol sendiri karena nggak berhadapan langsung dengan orang/audiens.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mantab. Kayaknya saya harus sering belajar dari ka Raja Lubis nih

      Hapus
  3. Kalau daku karena sebagai peserta senangnya melalui YouTube live. Kalau pas komentar enak nggak terhalang wajah narasumbernya pas buat dokumentasi.

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah lancar kegiatan youtube live. Dengan persiapan matang maka kita bisa meminimalisir kesalahan dan terlihat profesional

    BalasHapus
  5. Aku pun kalau ngajar sekarang pakainya YouTube live, cuma memang sudah ada tim belakang layar yg membantu saat konek ke streamyard, nanti mereka yg atur kapan kita tampil di Youtube lifenya, dan kapan selesainya.. .tinggal mikir persiapan sinyal di rumah, lighting dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mantab. Kak Nia udah banyak pengalaman nih kayaknya

      Hapus
  6. Tetap belajar dan semakin produktif walau kini harus melakukannya dirumahaja.
    Senang sekali, teknologi memberikan kita banyak pilihan untuk melakukan proses pembelajaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba... Yang penting kita ngga lelah belajar

      Hapus
  7. Entah Live melalui platform atau langsung di hadapan netizen melalui tatap muka langsung, keseruannya memang bisa tetap terjaga kalau udah persiapan sih kak. Jadi inget pernah ikutan live kayak gitu pembicaranya asyik banget. Jadi ketagihan deh :)

    BalasHapus
  8. Aku suka semua media ini apalagi akhir-akhir ini akrab banget sama dunia kita yang butuh ketemu secara virtual

    BalasHapus
  9. Memang saat ini media belajar secara online bisa dengan berbagai cara, ternyata butuh persiapan yang maksimal juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Kurang lebih sama dengan saat tampil offline. Malah lebih banyak printilan

      Hapus
  10. Aku sedihnya kalau belajar online terkendala sinyal mba, gemes hahahah
    saat lagi serunya ngadat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemarin kami juga sempat terkendala sebentar karena mendung Nyi

      Hapus
  11. wah menarik banget ini mbaaa.
    tipsnya bisa dipakai oleh para pemateri ketika ada meeting online ya
    Senaangg banget :D

    BalasHapus
  12. aku baru berani iglive karena diajak kawan untuk sharing, wah ternyata butuh persiapan yang lumayan. tapi ya gapapa,namanya belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba. bagian dari aktualisasi diri ya...

      Hapus
  13. Seru pengalamannya, Mbak! Memang setiap platform memiliki kelebihan dan kekurangannya masing2. Tergantung dari gaya belajar anak juga ya senangnya bagaimana, kalau whatsapp tulisan doang kalau youtube live begini lebih terasa belajar barengnya. Hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai youtube serasa dijelasin bu guru ya mba, hihihi

      Hapus

  14. Mungkin suatu hari nanti,
    kita semakin terbisa dengan acara online seperti saat ini. Praktis dan tak perlu keluar rumah. terima kasih iformasinya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba. awalnya kita kebingungan, tapi ternyata kita sangat adaptif ya

      Hapus
  15. Pengalamannya dalam emngondisikan rumah agar layak tampil dan tidak berisik keren. Perjuangan banget ya. Selamat, akhirnya kelar juga.

    BalasHapus
  16. Keren mbak Era menjadi narsum acara webinar harus benar2 persiapan ya, meskipun secara online gak ketemu langsung sama audience, tetapi tetap aja penguasaan materi dan kelancaran alat pendukung sangat penting.

    BalasHapus
  17. Awal-awal pandemi, aku ngajar pakai WhatsApp. Trus semester berikutnya baru pakai Zoom. Sekarang aku mau mempelajari Google Classroom nih. Setiap media aku harus menyesuaikan lagi sih...Bener banget, harus ada persiapan sebelumnya sih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat mba. harus tak kenal lelah dalam mempelajari hal baru ya

      Hapus
  18. Kak, kalau mau menonton acara IG Live yang komunikasi pasangan adakah rekamannya?
    Aku suka banget sama materi-materi rumah tangga dan pengasuhan.
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada di igtv akun @playdatesoloraya mba. terima kasih

      Hapus
  19. biasa kalo lagi LIVE hambatannya cuma koneksi :')

    BalasHapus
  20. Meskipun sudah terbiasa tampil di depan publik, saya tetep deg-degan mba ketika diajak live ig ataupun jadi narsum webinar. Begitu udah bicara, alhamdulillah lancar dan lupa sama deg-degannya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang kita suka khawatir berlebihan ya mba, saat udah mulai lancar jaya

      Hapus
  21. memang apapun medianya penting banget ya persiapan yang mumpuni biar bisa tampil maksimal... Kalau sebagai peserta dan dengerin materi enaknya memang youtube life karena biasanya sharing materinya lebih lancar... Tapi enaknya zoom bisa lebih interaktif dengan peserta...

    BalasHapus
  22. halo sapamama, keren bgt udah youtube live. semua platform memang ada plus minusnya, apalagi kalau wag ya duh sering bgt ketimbun ya mbak. sofar aku lebih suka zoom, gmet, skype yang dua arah gitu mbak. jadi bisa langsung liat audiencenya

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba. bisa melihat audience secara langsung sensasinya beda ya

      Hapus
  23. pandemi bikin kita makin kreatif ya mbak
    klo aq selama ini sih seringnya live di ig dan zoom, yg lain blm pernah nyoba

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba, dipaksa untuk bergerak melewati limit. tentu ke arah positif ya mba

      Hapus
  24. Mantap ni pembahasannya. Berguma banget bagi yang guru dan dosen. Jd bisa milih platform apa sesuai tujuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, kaau guru dan dosen pasti udah lebih expert ya

      Hapus
  25. Saya ngga pernah tampil live tapi pernah sih ngisi kulwap. Memang betul sih harus kuasai materi, kalo ga pasti lebih gugup. Wah aku penasaran dengan art therapy nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe... silahkan mba, bisa mampir ke akun ig saya atau akun youtube Lazuardi Kamila GCS

      Hapus
  26. Saya pribadi lebih menyukai belajar online dengan moetode live video dibanding chat mba, namun terkadang sinyal ga mendukung. suka mendadak mati atau tersendat videonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tantangan belajar daring memang ada di jaringannya ya mba

      Hapus
  27. Toss mbak, saya juga lebih menyukai belajar online lewat chat daripada video, tapi sejak pandemi dituntut untuk bisa belajar pakai video, bahkan beberapa kali juga harus isi materi via video, benar-benar menantang sih, tapi seru yaa :)

    BalasHapus
  28. Nicei info mba.. sy juga suka belajar online melalui tutorial video youtube. heheh hrs punya persediaan kuota sih

    BalasHapus
  29. Beberapa waktu lalu saya sempat ditawari jadi narasumber tapi saya tolak karena enggak pede, soalnya memang belum pernah jadi narasunber sebelumnya. Baca artikel ini jadi punya pengetahuan baru. Bisa jadi bekal saya nih buat belajar jadi narasumber terutama untuk acara online. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat ya mam. semoga kedepannya ada kesempatan lagi ya. bikin ketagihan.

      Hapus
  30. Pernah nyobain semua tapi jadi peserta, hehe. Sejauh ini saya kok lebih suka ngikutin IG live yaa. Waktunya yang terbatas malah bikin materinya padat berisi dan yaa... bisa ditonton lagi di IG TV.
    Pandemi emang mengajarkan kita tetap belajar-mengajar dengan sarana yang ada ya, Mbak. Sukses untuk agendanya :)

    BalasHapus
  31. saya jarang banget ikutan IG live, mbak. nggak tahu kenapa kurang tertarik. seringnya ikut di zoom atau wa. memang paling enak ikutan di wa soalnya nggak harus pakai kamera. hihi

    BalasHapus
  32. saya jarang bisa punya kesempatan live (khususnya di rumah) karena ada saja gangguannya terutama dari anak-anak..hehehe tp emang seru ya kalau live gitu

    BalasHapus