10 Film Favorit Sapamama, Komedi Romantis, Thriller, Science Fiction, Semua Ada!

FILM FAVORIT. Saat kita diminta untuk menuliskan tentang film favorit, sepintas memang nampak mudah, tapi bagi saya ini sulit untuk di jawab. Kenapa? Saya harus me-recall ingatan saya akan film-film yang telah terlewati. Ada beberapa film yang seketika muncul & ada yang memerlukan bantuan teman untuk mengingatnya. Walaupun saya bukan movie freaks tapi saya cukup suka nonton film baik dalam maupun luar negeri. Untuk urusan genre saya juga tidak pilih-pilih. Mulai dari drama, komedi romantis, fiksi ilmiah, thriller, horor, 

Let's check this out...

1. Ocean's Series


Tahun 2001 lahirlah Ocean's Eleven, film yang berisi berkisah tentang kelompok penipu profesional ini laris manis di pasaran. Disusul Ocean's Twelve (2004), Ocean's Thirteen (2007) dan terakhir versi perempuan yaitu Ocean's Eight (2018). Sederet bintang papan atas turut meramaikan film ini. Merupakan film yang wajib ditonton. Mendebarkan & menghibur!

2. My Sassy Girl


Saya yakin banyak yang setuju film ini bagus, Jun Ji-Hyun dan Cha Tae-Hyun beradu akting dengan apik, ceritanya juga menggetarkan jiwa, membuat kita tertawa terbahak-bahak, namun dalam sekejab membuat kita banjir air mata. My Sassy Girl ini merupakan film Korea pertama yang saya tonton, sejak itu, sedikit demi sedikit saya mulai merambah ke drama Korea yang ternyata OK punya. Saking terkenalnya film ini di remake suatu rumah produksi di Amerika Serikat pada tahun 2011.

3. Going in Style


Film aksi ini berisi aktor senior, salah satunya Morgan Freeman. Berkisah tentang 3 sahabat lansia yang kehilangan uang pensiunnya sehingga berencana merampok bank. Seperti apa? Silahkan saksikan sendiri ya

4. The Bucket List


Masih Morgan Freeman, film ini bercerita tentang pertemuan 2 lansia yang didiagnosis kanker, bersama-sama mereka menuliskan Bucket List (daftar hal yang ingin dilakukan sebelum mati) dan bersama mewujudkannya. Endingnya menyentuh.

5. Inception


Sederet aktor berkualitas ada di sini, sebut saja Leonardo DiCaprio, Tom Hardy, Joseph Gordon-Levitt, Ellen Page, dan lainnya. Plot, alur cerita, sinematografi dan teknologinya tak perlu diragukan. Christoper Nolan memang sing ada lawan dalam menyajikan film fisksi ilmiah yang menguras pikiran. 

6. Skyfall


Film seri Bond favorit saya. Kenapa bukan Casino Royal? Memang keduanya sama-sama memunculkan karakter Bond yang berbeda, yang satu tentang Bond dan wanita yang dicintainya dan yang satu tentang Bond dan masa lalunya, juga tentang wanita yang selalu ada di hidupnya, M. Skyfall ini menegangkan, terasa pedih saat M tiada, rasanya pengen di sana menemani pakdhe Daniel Craig, hehe...

7. Miss Congeniality


Saya suka dengan Sandra Bullock karena kerap tampil sebagai tokoh yang tangguh. Sama halnya saat ia menjadi pemeran utama dalam Miss Congeniality. Seorang anggota FBI yang harus menyamar menjadi peserta kontes kecantikan. Dangerously entertaining!

8. Aruna & Lidahnya


Film ini menyatukan Dian Sastro & Nicholas Saputra dalam kisah yang berbeda, persahabatan yang menyenangkan. Saya justru lebih suka penampilan mereka di sini daripada di AADC (Ada Apa Dengan Cinta). Dalam film Aruna dan Lidahnya ini kisahnya sederhana, tapi akting pemainnya betul-betul natural sehingga kita jadi menikmati tiap adegannya. DI sini Nico dan Dian ditemani oleh Hannah Al Rasyis dan Oka Antara, bonus mbak Ayu Azhari. Awas ngiler saat melihat berbagai menu nusantara yang menggoda

9. Mama-Mama Jagoan


Memasuki masa pandemi saya jadi rajin mengeksplorasi film Indonesia. Biasanya saya hanya tertarik film yang dibintangi Nicholas Saputra, hehe.. Namun kini saya mencoba membuka mata dengan kreatifitas sineas kita. Mama-mama Jagoan berkisah tentang petualangan 3 nenek, Myrna, Dayu & Hasnah, yang melakukan perjalanan di Bali guna menemukan putra semata wayang Myrna yang minggat. . Ada Semoga kelak juga bisa menjadi nenek enerjik. Yuk, hidup sehat.

10. Pintu Terlarang


Thriller psikologi yang banyak menyentuh aspek dalam kehidupan. Tanpa spoiler, rata-rata perlu 2 kali nonton untuk dapat memahami film ini. Secara garis besar film ini sedih. Apalagi di sini ada setting anak-anak yang mendapatkan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh kedua orangtua yang seharusnya menyayangi dan melindunginya. Namun ternyata film ini bukan sekedaar tentang KDRT, tapi juga merupakan kritik sosial terhadap media kita terutama televisi yang kerap menyajikan "racun" bagi pemirsanya. Ada sedikit adegan gore di akhir cerita. Sayangnya suara Fahri agak kurang jelas saat melakukan eksekusi sehingga mengurangi kepuasan akhir cerita. 

Inilah 10 #filmfavorit saya. Kalau kalian bagaimana? Share di kolom komentar ya.


Salam Hangat,
sapamama

Posting Komentar

0 Komentar