Minggu, 25 Agustus 2019

ARTJOG! Pameran Seni Yang Tak Boleh Dilewatkan

  • ARTJOG? Apa itu?

Baik. Sebelum melangkah lebih jauh saya akan memperkenalkan pada anda, apa sih Art Jog itu?
Melalui laman seni Goethe Institute disebutkan bahwa ARTJOG adalah pameran seni kontemporer yang diadakan secara tahunan di kota Yogyakarta dan biasanya berlangsung selama sebulan penuh dalam kisaran periode bulan Mei, Juni, atau Juli setiap tahunnya. ARTJOG yang dianggap sebagai barometer seni kontemporer di Indonesia senntiasa menghadirkan pelaku seni dari berbagai kalangan baik dalam negeri dan luar negeri, dengan berbagai rupa karya seni mereka- mulai dari dua dimensi, tiga dimensi, hingga karya performance art dan seni instalasi.

Berawal sebagai salah satu rangkaian acara dalam Festival Kesenian Yogyakarta XX pada tahun 2008 yang saat itu digelar di Taman Budaya Yogyakarta yang bertajuk Jogja Art Fair, pada tahun 2009 Jogja Art Fair memisahkan diri dan beralih menjadi ARTJOG sejak tahun 2010.

Sejak saat itu Artjog konsisten menghadirkan pameran kontemporer yang bermutu dengan berbagai tema yang menarik. Seleksinya pun tak tanggung-tanggung, ada ribuan karya menarik yang harus diskurasi oleh beberapa kurator sebelum dipamerkan ke dalam Artjog.

Untuk memperoleh informasi terkini seputar Artjog anda bisa mengikuti akun instagram resmi ARTJOG di @artjog.id.

Baiklah, selanjutnya saya akan bercerita mengenai pengalaman saya menikmati karya seni kontemporer ARTJOG 2019 pada minggu lalu. Kali pertama saya mengenal Artjog adalah melalui foto yang diunggah teman SMA saya. Saat itu dia dan keluarga kecilnya sedang menikmati artjog. Salah satu karya masterpiece yang terkenang hingga sekarang (ternyata banyak pengunjung yang menanyakan lho) adalah Sea Remembers karya seniman Mulyana. Karya ini merupakan karya seni modular yang terbuat dari rajutan. Epic! 

Mengusung tema ARTS IN COMMON  atau Karya Seni Secara Umum, tentu hasil karya yang ditampilkan berbeda dengan yang disajikan pada Artjog 2018. Pastinya sih tidak kalah menarik.

Artjog 2019 ini berlokasi di Museum Nasional Jogja yang beralamat di Jl. Profesor Ki Amri Yahya No.1, Pakuncen, Wirobrajan, Yogyakarta. Anda bisa mengikuti jalur sesuai gmaps untuk sampai di sana. Kita bisa menjangkaunya menggunakan kendaraan pribadi, ojek online ataupun Trans Jogja. Jika menggunakan bus Trans Jogja maka kita perlu berjalan sekita 150m untuk mencapainya, jika enggan berjalan kita bisa menggunakan jasa tukang becak.

Artjog 2019 berlangsung dari tanggal 25 Juli hingga 25 Agustus 2019. Harga tiket masuk pameran sebesar Rp 25.000 untuk anak usia 3-5 tahun (dibawah itu tidak dikenakan biaya) dan Rp 50.000; untuk dewasan dan anak dengan usia lebih dari 5 tahun.


Yang perlu di catat adalah desain pintu keluarnya juga bagian dari pameran, sekali kita keluar, maka kita tidak akan lagi bisa masuk ke area dalam gedung pameran. Kenapa? Karena desain pintu keluar sudah didesain sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan bagi kita untuk masuk dari arah luar pintu. Ruang pameran ada di lantai 1, 2 dan lantai 3. Jadi pastikan kita sudah menikmati semua karya seni yang ditampilkan di sana ya.


Dari yang saya amati sepanjang pameran, Arthog 2019 Arts in Common ini banyak menyinggung tentang isu lingkungan dan sosial. Baik dari segi karya seni dua dimensi, tiga dimensi, dan seni instalasi. Ohya, tentu kita sudah familiar dengan karya seni dua dan tiga dimensi, namun untuk karya seni instalasi masih belum terlalu kita oahami (sebagai orang awam). Menurut wikipedia, seni instalasi adalah seni yang memasang, menyatukan, dan mengkonstruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran makna bersifat kontemporer diangkat dalam konsep seni instalasi.

Seni instalasi dalam konteks visual merupakan perupaan yang menyajikan visual tiga dimensional yang memperhitungkan elemen-elemen ruang, waktu, suara, dan atau melibatkan indera lainnya sebagai sensasi. Nah, karya instalasi favorit saya adalah karya Elisabeth Schimana & Hillevi Munthe berjudul You Knever Know. yang merupakan karya interaktif yang menghadirkan pengalaman sensori, taktil, dan audio-visual bagi penikmatnya.


Untuk tema dari karya yang dipamerkan di Artjog 2019 ini banyak yang mengambil tema lingkungan dan isu sosial. Misalnya karya Mary Maggic yang berjudul Recombinant Commons/Milik Bersama Rekombinan yang mengangkat Kali Code yang kini "kolonialisasi" sampah plastik dan kualitas airnya yang memburuk sehhingga memerlukan kerja sama sinergi antara berbagai lapisan masyarakat untuk dapat mengembalikan kebersihan Kali Code.


Berikut ini adalah beberapa karya yang bisa anda nikmati di sapamama.com.













Masih ada banyak sekali yang bisa kita nikmati di dalam Artjog 2019. Sayangnya saya tidak dapat menampilkan semua karya. Tunggu apalagi, yuk, segera datang dan nikmati ARTJOG 2019. Rasakan sensasinya. Dijamin ketagihan!

Ohya, di sana tidak diininkan membawa makanan dan minuman dari luar karena sudah disediakan mini resto. Selain.makanan, mereka juga menjual souvenir lho....



Tak hanya di dalam lokasi pameran, di luar lokasi jiga terdapat hedung pusat souvenir, di bagian luarnya terdapat berbagai foodtruck yang keren. Sebuah open soace tersedia untuk pertunjukan seni yang selalu digelar setiap hari selama pameran. Selain pertunjukan, mereka juga mengadakan diskusi tentang dunia seni. Menarik ya.




ARTJOG, merupakan event seni paling saya rekomendasikan. Sampai jumpa tahun depan ARTJOG!


Salam Hangat,
sapamama
Previous Post
Next Post

post written by:

Sapamama merupakan sebuah blog pribadi yang hadir untuk berbagi energi positif bagi wanita Indonesia. Hubungi kami di email: erasoloraya@gmail.com

2 komentar:

  1. wah saya juga pengen ke sana tapi sudah terlambat, makasih sudah berbagi cerita ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kembali kasih mba... Ini adalah agenda tahunan,yuk kita agendakan tahun 2020, siapa tahu bisa pergi rombongan,hehehe

      Hapus