Kamis, 02 Mei 2019

Sejak masa sekolah, kuliah, dan bekerja, saya merupakan orang yang idealis dan perfeksionis. Saya menganggap hal ini merupakan suatu potensi positif bagi saya. Karena sikap saya itu, saya menjadi semangat untuk mempelajari banyak hal baru. Apalagi sejak menikah dan menginjak masa kehamilan. Mengingat bahwa salah satu fase terpenting bagi anak adalah 1000 hari pertamanya yang terhitung sejak dalam kandungan, saya benar-benar semangat dalam mencari informasi karena ingin memberikan yang terbaik bagi anak. Saya membaca Kitab Ibu Hamil karya Heidi Murkoff yang super tebal, saya juga berdiskusi dengan teman-teman sesama ibu hamil di forum internet. Pola makan diperhatikan, rutin prenatal Yoga, dan belajar juga mengenai hypnobirthing agar kelahiran bisa dijalani dengan tenang dan minim trauma.

Pemilihan dokter pun saya berhati-hati, saya mencari yang sesuai dengan visi dan misi saya, dokter kandungan harus pro kelahiran pervaginam, pro IMD dan pro ASI. Semua itu sepadan. Persalinan lancar seperti yang saya harapkan, bisa melakukan proses IMD dengan tenang dan nyaman hingga pemberian ASI 2+. ASI merupakan faktor yang penting bagi kecerdasan anak, oleh karena itu saya berusaha keras melakukannya. Alhamdulillah semesta mendukung saya. Dan anak saya bisa lepas dari ASI melalui perjalanan menyapih dengan cinta (Weaning With Love).
Bayangkan saja perjalanan tersebut, banyak menumpahkan peluh dan air mata. Ternyata perjuangan belum usai. Sesuatu yang lebih besar menanti saya, yaitu tentang pengasuhan anak atau parenting. Saya mulai bergabung dengan komunitas-komunitas yang ada di kota Solo, tempat saya tinggal. Semakin dalam mempelajari, semakin saya disadarkan pentingnya pendidikan, terutama bagi anak saya yang sudah menginjak usia 3 tahun.

Yang paling menarik bagi saya adalah pendidikan menurut Charlotte Mason. Beliau menuturkan bahwa tujuan pendidikan adalah membesarkan anak menjadi sosok manusia yang magnanimous. Kata ini berasal dari kata magna (besar atau agung) dan animus (kehidupan atau roh). Secara etimologis, magnanimous berarti “jiwa besar” atau “kehidupan yang agung”.
Untuk mencapai tujuan mendidik anak yang magnanimous, orangtua harus memahami esensi dari pendidikan adalah atmosfer, disiplin, dan kehidupan ,

1. Pendidikan adalah atmosfer, berarti anak-anak belajar melalui hal-hal nyata di dunia nyata. Tugas orangtua (dan guru) adalah menyediakan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak agar tumbuh dan berkembang potensinya.

2. Pendidikan adalah disiplin, berarti orangtua perlu melatih kebiasaan-kebiasaan baik secara terencana, teratur, dan bertujuan, baik kebiasaan mental dalam pikiran maupun tubuh, sesuai dengan hukum-hukum fisiologis.

3. Pendidikan adalah hidup, berarti pendidikan harus mengurusi baik tubuh, jiwa, maupun ruh anak. Akal budi butuh nutrisi berupa ide-ide yang segar dan besar, yang mampu menjadi api yang membakar sumbu potensi yang dimilik anak.
Keunggulan metode CM (Charlotte Mason) ini adalah bisa dilakukan baik oleh anak homeschooler atau pun anak yang menempuh pendidikan formal. Dalam pendidikan ini, juga memiliki kekuatan literasi yang sangat kuat. Pada kesempatan lain, saya akan membahas lebih dalam tentang metode CM ini, okey?!

Karena menurut saya orangtua harus berperan aktif dalam pendidikan anak, maka saya mencoba untuk bergerak lebih dalam, tidak hanya teori, tapi saya mencoba mempraktekkan beberapa aktivitas untuk mengoptimalkan perkembangan si kecil. Saya membangun komunitas di mana anak saya juga bisa memiliki aktivitas sesuai tumbuh kembang, bersosialisasi serta mendapat pengalaman yang indah di masa kecilnya. Aktivitas yang dilakukan diantaranya adalah Nature Walk, Sensory Play, Fun with Music, Outing, to the dentist, dan sebagainya.



Tahukah mommies? Semakin saya mempelajari ilmu parenting dan tentang metode homeschooling, saya merasa makin ragu untuk menyekolahkan anak saya di sekolah formal. Entah karena saya khawatir dengan lingkungannya, kualitas pengajar, kurikulum nya atau pun tentang metode pendidikan yang digunakan sekolah. Oleh karena itu, sejak anak saya menginjak usia 2,5 tahun saya makin rajin menggali informasi tentang metode pendidikan termasuk dengan melakukan trial class di beberapa sekolah yang ada di kota Solo. Sejauh ini, saya belum menemukan yang sreg di hati. Ah...lagi-lagi sikap perfeksionis ini muncul, membuat saya memiliki kriteria-kriteria yang terlalu tinggi dalam memilih sekolah.

Dalam menentukan sekolah bagi anak saya yang masih balita, setidaknya sekolah tersebut harus memiliki beberapa faktor penting, diantaranya :

1. Sekolah Menumbuhkan
Sekolah yang berpihak pada anak, yang dapat mempersiapkan anak untuk dapat menghadapi tantangan di masa depan.

3. Kebutuhan Anak
Karena yang menjalani kehidupan sekolah adalah anak, maka anak harus merasa nyaman dengan sekolah tersebut. (bisa melakukan triall class)

4. Kesesuaian Harapan Orangtua
Metode pendidikan sekolah tersebut memiliki kesinambungan dengan harapan saya sebagai orangtua, dalam hal ini saya sinkronkan dengan metode CM, yaitu sekolah memiliki atmosfer pendidikan yang nyaman, disiplin, dan dapat memantik pikiran dan jiwa anak menjadi peka terhadap setiap tantangan.




Saya ingin berbagi cerita mengenai sekolah yang memikat hati saya.
Saat menemukan informasi tentang Apple Tree Pre-School BSD City saya langsung tercekat, "Nah, ini dia!", inilah sekolah yang saya cari-cari.... Rasanya sayang jika saya hanya menyimpan penemuan harta karun ini sendiri,saya ingin berbagi cerita mengenai sekolah yang memikat hati saya.

Berawal dari saya berselancar mencari informasi tentang membuat rumah yang nyamann bagi anak, saya tergerak untuk membaca informasi-informasi lain yang ada di laman Apple Tree BSD. Luar biasa sekali suatu sekolah bisa sekonsisten ini dalam menyebarkan informasi melalui laman internet dan blog. Teman yang dimiliki juga beragam, mulai dari pendidikan, bahasa, science, games, dan lain-lain.


Makin lama saya makin tertarik untuk mengenal program-program yang ada di Apple Tree BSD City. Di galeri nampak berbagai kegiatan anak yang sangat menarik dan variatif.
Mereka memiliki fasilitas interaktif yang dapat memudahkan calon orangtua muridnya untuk berinteraksi, yaitu melalui fasilitas Live Chat via Whatssapp dan layanan telepon di +62 888 1 800 900 dan (021)300-108-31. Kita juga bisa selalu meng-update informasi dan kegiatan sekolah melalui akun instagram @appletreeBSD

Melihat berbagai aktivitas anak-anak Apple Tree Pre-School BSD City membuat saya makin ingin menyekolahkan anak saya, hahaha.... Karena semua yang selama ini saya coba lakukan di komunitas sudah terprogram di sana dan tentunya visi-misi Aplle Tree BSD ini sangat sesuai dengan kriteria yang telah saya sebutkan diatas. Semoga kedepannya #appletreebsd memperluas jaringannya hingga kota Solo ya, jadi saya dan teman-teman tidak kebingungan lagi dalam mencari sekolah menumbuhkan bagi anak-anak kami.

Salam Hangat,
Sapamama
Previous Post
Next Post

post written by:

Sapamama merupakan sebuah blog pribadi yang hadir untuk berbagi energi positif bagi wanita Indonesia. Hubungi kami di email: erasoloraya@gmail.com

0 komentar: